Pembangunan Waduk Gongseng Lambat

Suara Bojonegoro     Jumat, Agustus 05, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Lambatnya pembangunan Waduk Gongseng ini sesuai yang disampaikan oleh Yudi Pratondo, Kepala Balai Besar Bengawan Solo saat menemui Bupati Bojonegoro, Suyoto, Jum'at (05/8/26).

Disampaikan dihadapan Bupati oleh Yudi Pratondo, bahwa untuk saat ini pembangunan sudah dikerjakan selama 30 bulan, namun progresnya baru 31%. Padahal targetnya saat ini seharusnya sudah mencapai 60%, dan pada akhir tahun 2018, pembangunan harus sudah selesai.

"waduk gongseng merupakan salah satu dari 16 bendungan proyek strategis nasional, maka dari itu kami memoho kepada bupati agar pemerintah daerah ikut mendukung dan bekerja sama agar pembangunan proyek ini bisa diselesaikan tepat waktu," Katanya.

Disampaikan juga terkait problem utama yang menjadi kendala adalah relokasi lahan, Dimana Balai Besar Bengawan Solo belum memiliki dana untuk membayar tanah pengganti tersebut, dan paling cepat bisa dibayar pada 2017 mendatang.

Bupati Suyoto, menanggapi pernyataan Kepala Balai Besar Begawan Solo menyarankan jika tidak bisa melakukan pengadaan lahan dengan cepat, ada 3 hal yang bisa dilakukan, diantaranya adalah meminta pindah maka bisa dilakukan pemindahan, namun Jika tidak, bisa bekerja dengan proses pindah tahun depan.

Yang kedua, meminta dispensasi kepada perhutani karena proyek itu juga ada yang masuk dalam kawasan perhutani,  Dan yang terakhir memastikan bahwa penggantian tanah dapat dilakukan tahun depan.

Dari data yang ada di Balai Besar Bengawan Solo bahwa akan melakukan kontrak irigasi pacal pertengahan bulan agustus, dengan biaya 270 M. Irigasi pacal akan dibenahi secara total, sehingga jika sudah jadi nantinya air akan di suplay dari waduk pacal dan waduk gongseng. perbaikan ini dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan di Bojonegoro. (Ang/Lis)

Foto Dok. Pembangunan Waduk gongseng (Imam Musholi)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .