Pemkab Kurang Responsif Terhadap Wisata Alami

Suara Bojonegoro     Sabtu, Agustus 13, 2016    











Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Destinasi wisata didalam hutan di wilayah Kabupaten Bojonegoro tidak kalah menarik dengan tempat-tempat wisata buatan yang ada didalam kota. Sebagian besar masyarakat Bojonegoro masih memilih berkunjung ketempat wisata yang sifatnya masih alami, mungkin hal tersebut memiliki nilai kekaguman tersendiri.

Salah satunya, Destinasi air terjun yang berada di wilayah Perhutani Kestuan Pemangku Hutan (KPH) Bojonegoro turut Desa Clebung Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro. Namun, semenjak pantauan suarabojonegoro.com beberapa bulan yang lalu, air terjun yang memiliki tinggi sekitar 50 meter tersebut masih belum ada tanda-tanda pengelolaanya, baik dari perhutani KPH Bojonegoro maupun Pemerintah Desa setempat.

Mahfud (23) warga asal Bojonegoro kota mengaku, mendapat informasi adanya Destinasi air terjun tersebut dari media sosial dan beberap berita media on-line lokal Bojonegoro.

"Tempatnya bagus, tapi agak diperlukan adrenalin tinggi sebab jalanya rusak dan rasa kawatir dengan motor pun ada karena tidak ada juru parkir," kata mahfud, Sabtu (13/8/16) siang.

Ditambahi olehnya, selain dengan jalan yang sangat rusak, Ia harus seringkali bertanya pada penduduk setempat sebab tidak ada papan petunjuk arah menuju destinasi air terjun tersebut.

Kemudian, saat dikonfirmasi terkait pengelolaan air terjun tersebut, SKPD terkait masih belum menjawab pesan pendek dari suarabojonegoro.com. Padahal adanya destinasi alami dan buatan masyarakat masih banyak berkunjung tempat wisata yang alami. "Kenapa yang buatan cepat dan mudah respon oleh SKPD terkait," celetuk warga saat berada di warung kopi Desa Clebung.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .