Rumah Burung Hantu, Alternatif Petani Mengendalikan Hama Tikus

Suara Bojonegoro     Jumat, Agustus 12, 2016    

Reporter: Iwan Zuhdi

Pemasangan Rumah Burung Hantu (Rubuha) di lahan persawahan dinilai efektif oleh para petani dalam mengendalikan hama tikus. Pasalnya, burung hantu merupakan musuh alami dari  hama tikus yang dinilai sangat membantu para petani.

Banyaknya petani di Bojonegoro menganggap pemasangan rumah burung hatu (rubuha) menjadi salah satu alternatif alat bantu dalam mengendalikan hama, kususnya tikus. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Mujianto. Pria yang juga sebagai Ketua Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Bendo Kecamatan Kapas tersebut mengatakan, selama ini pemasangan rubuha di sawah sangat membantu para petani dalam mengendalikan atau mengurangi hama tikus.

"Sehingga adanya burung hantu, hasil panen bisa meningkat, sebab tidak ada hama tikus," katanya.

Kemudian, dengan banyaknya petani yang mengandalkan burung hantu sebagai musuh hama tikus, berimbas pada perajin rubuha, Anam warga Desa Klepek Kecamatan Sukosewu tersebut mengaku, selama ini sering mendapat pesanan rubuha dari petani maupun kelompok tani.

"Iya mas, banyak pesenan dari para petani wilayah Bojonegoro," tandasnya saat ditemui di tempat kerjanaya, Jum'at (12/8/16) pagi.

Ia mengaku, banyaknya pesanan rubuha ia harus menambah karyawan untuk membantunya menyelesaikan pesanan.

"Tergantung ukuran dan jumlah pesanan mas, ada yang berukuran 70 cm x 30 ada yang 100 cm x 50. Saya menarget tidak sampai satu minggu jadi," jelasnya.

"Untuk harga ada yang seratus ribu sampai duaratus ribu," pungkas Anam.(Wan/Red).


Foto: ilustrasi

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .