Sambil Nonton Wayang, Didik Mukrianto Ingatkan Perbedaan Bangun Persatuan

Suara Bojonegoro     Selasa, Agustus 23, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - (TUBAN) - Ketua Umum Karang Taruna Didik Mukrianto, Mengajak para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna di Kecamatan Bangilan, Kabupatem Tuban untuk menikmati hiburan Wayang, yang merupakan budaya luhur warisan nenek moyang dalam pemyampaian pendidikan karakter, Akhlak dan juga Agama, Senin (22/8/16) malam.

Kegiatan dalam rangka HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 ini, Karang Taruna Bangilan, Tuban sengaja menampilkan hiburan dengan maksud dan tujuan guna menghidup kembangkan seni tradisional Wayang yang saat ini mulai ditinggalkan para remaja, serta mengingatkan ragam budaya yang mampu satukan tekad meraih kemerdekaan.

Dalam sambutannya Didik Mukrianto menyampaikan kepada para pemuda dan juga para undangan bahwa memperkokoh dan meneguhkan kecintaan tanah air seharusnya dibangun dari berbagai keragaman budaya yang  tumbuh dan berkembang dari kearifan lokal di setiap daerah di Indonesia.

"Keberagaman Budaya yang bersatu padu dalam tekad dan semangat untuk menjadi pondasi Boedi Utomo dalam merintis kemerdekaan, yang kemudian diimplementasikan dalam tekad bulat dalam Ikrar Pemuda/Sumpah Pemuda," Terang Pria yang juga anggota komisi 3 DPR RI ini.

Disampaikan pula berawal dari perbedaan yang ada dengan mempererat serta mempersatukan ideologi, cita cita dan budaya itulah yang akhirnya menghantarkan Indonesia merdeka

"Proklamasi adalah titik balik kehidupan berbangsa dan bernegara," Tegasnya, sehingha menurut Didik ditengah gerusan arus globalisasi yang terus mengikis sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah barang tentu memupuk semangat kecintaan tanah air menjadi bagian mutlak yg harus dikuatkan.

Didik berharap budaya kebersamaan dalam perbedaan, Saling bahu-membahu, bersatu padu untuk melawan segala bentuk ancaman termasuk Narkoba, Ideologi Radikal dan Budaya yang merusak moral bangsa adalah bagian yg harus di kuatkan.

"Kita juga harus bergandeng tangan melawan kemiskinan, keterbelakangan dan kesenjangan adalah perjuangan utama dalam melawan ancaman di era modern saat ini," Papar Politisi Partai Demokrat ini.

Dengan tontonan wayang ini, masyarakat khususnya pemuda agar tidak lupa sejarah bangsa yang mengantarkan adanya pendidikan moral, akhlak, dan Agama dalam penyebaran agama melalui tontonan wayang yang disampaikan oleh Sunan Kalijaga masa itu.

Selain pemuda, Karang Taruna, tokoh masyarakat dan juga kalangan tokoh pemuda hadir dalam acara tersebut, untuk menyaksikan hiburan wayang kulit yang bertemakan perjuangan generasi muda guna meraih masa depan yang bermanfaat. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .