Sambutan Bupati Bojonegoro saat Upacara HUT Pramuka Ke 55

Suara Bojonegoro     Minggu, Agustus 14, 2016    










Reporter: Iwan Zuhdi


Assalamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh,
Selamat Pagi, Salam Sejahtera Untuk Kita Semua Salam Pramuka!!! Hari ini, kita semua berada disini bersama anak-anak penggalang, siaga, penegak, dan juga bapak ibu guru pembina, untuk bersama-sama memperingati hari kelahiran pramuka. Kita semua tahu bahwa pramuka adalah sebuah gerakan yang tidak hanya lahir dan ada di indonesia, tapi gerakan ini ada di seluruh dunia. Gerakan ini diyakini menjadi sangat tepat dan melengkapi seluruh usaha-usaha pendidikan formal yang ada disekolah.

karena itu mari kita bersama-sama menyambut gembira dan suka cita peringatan
pramuka ini. Untuk itu dalam rangka melihat masa depan yang lebih baik, mari kita bersama-sama
untuk menghayati nilai-nilai kepramukaan.

Yang pertama yang ingin saya sampaikan pada peringatan hari pramuka ini adalah, bahwa masa
depan yang lebih baik itu tidak akan pernah datang dengan sendirinya. Masa depan haruslah kita rancang bersama-sama, potensi yang dimiliki oleh
anak-anak kita yang dibawa dari lahir tidak akan tumbuh berkembang kecuali difasilitasi, dan diberikan kondisi untuk tumbuh secara maksimal.
Kita percaya dengan potensi yang maksimal, baik potensi intelektual, potensi motorik keterampilan,
potensi karakter yang baik, potensi komunikasi yang baik, maka anak-anak dengan seluruh potensi yang tumbuh berkembang itu, lebih
dimungkinkan akan menggapai hari esok yang lebih baik.

Yang kedua, dari nilai-nilai dasar gerakan pramuka, yang harus kita tumbuh kembangkan itu
ialah, bahwa anak-anak harus menjadi orang-orang yang sehat, menjadi anak-anak yang cerdas,
dan kelak bisa bahagia, mandiri dan produktif. Kebahagiaannya itu sekali lagi hanya bisa diraih
mana kala anak-anak menjadi anak-anak yang mandiri, dan pramuka selalu mengajarkan
kemandirian. dasa dharma pramuka kalau dihayati dengan sungguh-sungguh menggambarkan bahwa anak-anak harus terus nyambung dengan tuhan, nyambung dengan alam, nyambung dengan sesama manusia, dan ketersambungan itu yaitu dengan tali karya kebaikan. Karena itu maka anak-anak dan seluruh bapak ibunya, para pembina, bapak ibu guru, dan kita semua harus menjadi bagian penting bagaimana ikut menumbuhkan kemandirian anak, agar kelak menjadi anak-anak
yang produktif dengan karyanya yang baik.

Yang ketiga yang tidak kalah pentingnya yang ingin saya pesankan dalam kesempatan ini, mari kita belajar sejarah, bahwa bangsa yang disebut maju itu adalah bangsa-bangsa yang mampu menjual sesuatu kepada bangsa yang lain, kita lihat bahwa manusia hidup karena bisa
menciptakan atau menghasilkan sesuatu, manusia hidup bisa juga dengan cara menciptakan sesuatu
dan mampu menjualnya kepada orang lain. Manusia hidup tidak dengan cara mengambil hak-
hak orang lain, tetapi orang mendapatkan pendapatan karena dia berhasil menciptakan
sesuatu, lalu dia bisa menjualnya kepada pihak yang lain, lewat karyanya, lewat jasa, lewat barang, lewat juga mungkin wisata. Karena itu anak-anak
sejak dini dan sejak awal haruslah menjadi anak-anak yang produktif, yang mulai berpikir keras dan tahu bagaimana dia harus hidup. Hiduplah dengan cara meciptakan sesuatu, hiduplah dengan cara
bisa menjual sesuatu, tidak boleh mengambil uang orang lain dengan cara merampas, buatlah orang lain bahagia lalu dia keluarkan uangnya dengan
bahagia untuk kita semuanya.
Anak-anakku yang saya cintai, mudah-mudahan kalian bisa tumbuh berkembang menjadi anak-anak yang sehat, anak-anak  yang tangguh serta kuat, dan sukses selalu.

Demikian terimakasih, wassalamualaikum
warrohmatullahi wabarokatuh.

Salam Pramuka!!!
Bojonegoro, 14 Agustus 2016
Drs H Suyoto M Si.

(Wan/Lis).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .