Sekolah Dilarang Jual LKS

Suara Bojonegoro     Rabu, Agustus 03, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Masih banyaknya praktik guru dan kepala sekolah yang 'nyeper' membuat pihak Dinas Pendidikan Bojonegoro mengeluarkan ancaman tegas. Hal itu dikarenakan adanya aduan mengenai kong kalikong antara pihak luar dengan orang dalam sekolah, salah satunya adalah penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS). Rabu (3/8/16)

"Kalau ada, silahkan telepon saya. Akan langsung saya pecat," kata Hanafi, Kepala Disdikda Bojonegoro, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, praktik tersebut jelas-jelas melanggar Permendiknas no 2 tahun 2008. Hanafi juga mempersilahkan orang tua wali murid untuk melapor di nomor pribadinya, yakni di 081359389389. "Nomor saya hanya satu itu," katanya.

Biasanya, modus yang digunakan oleh penjual LKS adalah dengan berbagi keuntungan dengan pihak sekolah, baik itu secara lembaga ataupun untuk perorangan. Dalam hal ini, pihak yang paling dirugikan secara langsung adalah para orang tua wali murid, dimana mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pembelian buku LKS.

Terlebih sebenarnya LKS tersebut tidaklah begitu diperlukan, bahkan seringkali tak termasuk dalam metode pembelajaran. Namun selama ini, transaksi LKS tersebut tak pernah menggunakan bukti pembayaran, sehingga tak pernah ada laporan resmi.

Hal itu dikatakan oleh salah satu orang tua wali murid sebuah SD di kawasan kota. "Tidak beli ya gimana, wong anak saya disuruh beli oleh gurunya. Apalagi teman-temannya beli semua, seharusnya ada sidak dari pihak Diknas atau siapapun lah, terutama di awal tahun ajaran seperti ini," jelasnya.

Setelah mengeluarkan pernyataan mengenai larangan penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh sekolah dan guru yang diduga kongkalikong dengan distributor, Kepala Dinas Pendidikan (Disdikda) Bojonegoro, Hanafi, mengaku mendapat banyak laporan terkait hal tersebut.

“Sehari bisa puluhan kali handphone saya berdering, baik itu SMS ataupun telepon. Intinya mereka menanyakan hal tersebut,” kata Hanafi.

Statemen Hanafi tersebut agaknya didengar oleh para guru dan sejumlah sekolah. “Saya berterimakasih bahwa himbauan saya telah disebarluaskan, terutama untuk sekolah-sekolah yang sudah menerapkan K13,” ujarnya. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .