Sengketa Tanah Kecamatan Baureno, Ahli Waris Tunjukkan Data

Suara Bojonegoro     Senin, Agustus 08, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Ahli waris tanah yang digunakan sebagai bangunan kantor Kecamatan Baureno, Bojonegoro, hingga saat ini masih bersikukuh bahwa tanah tersebut adalah miliknya, Meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengklaim tanah yang sekarang digunakan Kantor Kecamatan Baureno, sesuai surat keterang yang baru dibuat ditahun 2015.

Moh. Sochib Bulqhoir menyatakan bahwa tanah yang sekarang digunakan kantor Kecamatan Baureno, ada ahli warisnya dasarnya rincik desa, persil 24 nomor 114 milik Dahlan Kromodjoyo, dengan bukti tanda tangan Abdur Rozak sebagai saksi ahli warisnya pada 30 Agustus 1988.

"Abdur Rozak saat tahun 1956 mengetahui  Bu Daeri menerima hibah sebidang tanah milik Ibu Dahlan (istri Dahlan Kromodjoyo), untuk menjadi hak milik selamanya," Jelasnya.

Dia juga mengaku sudah menyampaikan surat pernyataan yang ditujukan kepada Kepala Desa Baureno saat itu, H. Basuni, bahwa Abdur Rozak menjadi saksi karena saudara kandungnya Ibu Dahlan, Namun ditahun 1975, Bu Daeri dihibahkan untuk digunakan pendidikan (SD Impres) dan lebihnya diberikan ahli waris.

Surat pernyataan yang ditandangani Bu Daeri pada tanggal 1 September 1975 yang disaksikan dan ikut tanda tangan, Abdur Rozak. Surat yang ditujukan H. Basuni itu, Bu Daeri menyatakan betul-betul membunyai tanah yang diserahkan kepada Bapak Kepala Desa, untuk dibuat bangunan SD Impres secukupnya.

"Dan tanah yang dihibahkan demi kepentingan pendidikan adapun kelebihannya bisa digunakan lain-lain demi masa depan anak-anaknya inilah sekarang dibangun kantor Kecamatan," Tandasnya.

Dijelaskan juga guna meluruskan, bahwa ahli waris Budaeri yang terdiri dari Moh. Sochib Bulqhoir, Malu'ah, Nurzayanah, Imam Mukti, M. Mohzi, Anisah, Ulfaidah, Mufidatul Azizah dan Asri Lidiawati, menandatangani surat yang dikirim ke Bupati Bojonegoro pada 15 Juni 2015, sehubungan dengan adanya peralihan fungsi dari sarana pendidikan (SD Inpres II Baureno) menjadi Kantor kecamatan Baureno, tanpa pemberitahuan para ahli waris Budaeri.

Kepada Bupati Bupati Bojonegoro ahli waris meminta untuk meluruskan masalah peralihan fungsi tanah tersebut, yang semula hak kepemilihan dari Budaeri dan diserahkan kepada Kepala Desa saat itu (H. Basuni) untuk dijadikan kepentingan pendidikan secukupnya dan adapun kelebihannya dikembalikan pada para ahli waris. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .