Tak Mau Tanda Tangani Petisi Aksi Warga Mojodelik, Agus Dituding Punya Proyek di EMCL

Suara Bojonegoro     Kamis, Agustus 18, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Penolakan tanda tangan oleh Agus Suprianto, Kepala ESDM Pemkab Bojonegoro, terhadap petisi peserta aksi unjuk rasa warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam Bojonegoro, membuat kecewa ratusan masa yang tergabung dalam  Aliansi Masayarakat peduli panas Flare (Ampe Panas Flare) didepan Kantor Pemkab Bojonegoro, Kamis (18/8/16).

Warga sempat emosi dan berteriak meminta agar Agus ESDM mau menanda tangani Petisi yang dibawa oleh Peserta Aksi, "Agus harus tanda tangan, Masa Agus Punya Proyek disana dan tidak mau tanda tangan," Kata Koordinator aksi Mustofa dalam orasinya.

Mustofa dalam orasinya juga mengatakan bahwa nama Agus nyaring di Desa Mojodelik, dan sempat dituding dengan pertanyaan memiliki Proyek di Perusahaan EMCL (Exxonmobil Cepu Limited).

Karena tidak mau menanda tangani petisi warga membubarkan diri dan pulang dengan mengendarai sebanyak 28 Truck dengan jumlah massa sekitar 900 warga Desa Mojodelik.

Aksi ini adalah aksi susulan karena saat demo pertama mereka merasa tidak di gubris dan tidak ada tindakan maupun solusi dari pihak EMCL dari tuntutan mereka yaitu meminta tanggung jawab dari EMCL adanya dampak panas dari gas Flare di produksi Migas yang ada diwilayah mereka.

Sebelumnya mereka juga melakukan aksi di halaman kantor DPRD Bojonegoro, dan ditemui oleh Mitroatin, ketua DPRD Bojonegoro yang mau menanda tangani petisi tersebut.

Sementara itu Agus Suprianto, Kepala ESDM, Bojonegoro mengatakan bahwa apa yang ditudingkan peserta aksi Demo dielak oleh Agus, saat ditemui oleh suarabojonegoro.com pasca aksi unjuk rasa, dan disampaikan bahwa soal dampak adalah wewenang BLH (Badan Lingkungan Hidup).

"Proyek opo...." Kata Agus Suprianto singkat. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .