Tanyakan Kasus, PMII Bojonegoro Geruduk Kejari

Suara Bojonegoro     Rabu, Agustus 31, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Belasan aktivis Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri Bojonegoro untuk audiensi perihal kelanjutan dan perkembangan kasus Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Bojonegoro Tahun 2012.

Ketua Umum PC PMII Bojonegoro Ahmad Syahid  bersama aktivis PMII lainya ditemui oleh Kasipidsus dan Kasi intel Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

Dalam audiensi, aktivis PMII menyampaikan bahwa ada unsur ketidak adilan hukum dalam kasus Bimtek tersebut. Sebab di putusan Pengadilan Negeri Surabaya seluruh Pimpinan DPRD dan anggota DPRD Bojonegoro periode 2009-2014 sudah terbukti menerima chas back. Namun yang mendapat hukuman hanya salah satu pimpinan DPRD.

"Ada ketidak adilan disini, sehingga kami harap Kejari bisa mengusut tuntas Kasus Bimtek 2012 dengan bijak dan adil. Masak stagnan, tidak ada perkembangan sama sekali, padahal sesuai putusan Pengadilan Negeri Surabaya  semua pimpinan dan anggota DPRD sudah terbukti menerima chas back," ujar Ketum PMII Bojonegoro tersebut.

Kasi intel Kejari Bojonegoro, Arifin, mengatakan bahwa kasus Bimtek DPRD 2012 masih kita dalami dan selidiki pengembangananya. "Sampai saat ini belum ada perkembanganya, semua masukan kami tampung dan akan kami sampaikan ke Kajari" ujarnya.

Koordinator audiensi, Mujamil Edi Wahyudi menyayangkan pihak kejari yang tidak mau memberikan jawaban yang konkret, padahal kedatanganya ke Kajari sudah melalui surat resmi. "Sangat kecewa, tampak kejari masih enggan untuk menindaklanjuti kasus ini".

Padahal di dalam UU No 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tipikor Pasal 4 disebutkan bahwa Pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak
menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana.

"Sudah jelas ini tidak adil , karena hanya 1 pimpinan yang baru diproses secara hukum. Sehingga ini yang menjadi dasar kenapa PMII mencari keadilan di Kejari ini. Tapi kejari terkesan lamban dan sengaja," pungkasnya. (Wan/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .