Tuntut Tanggung Jawab, Warga Mojodelik Bakal Kepung Fly Over

Suara Bojonegoro     Jumat, Agustus 05, 2016    

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Warga Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli (AMPE) Panas Flare, bakal menggelar unjuk rasa besar-besaran di sekitar jembatan layang (fly over) milik Peusahaan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) pada Minggu (7/8/16) mendatang. Masyarakat yang berada diwilayah ring 1 penghasil Minyak dan Gas bumi tersebut geram dengan anak perusahaan asal Amerika Serikat itu. Pasalnya, dampak yang dirasakan oleh warga sekitar Mojodelik sampai saat ini tidak ada tanggung jawab dari perusahaan Migas tersebut.

"Unras ini bakal dilakukan karena ada dampak yang besar di wilayah Mojodelik dan perusahaan Exxon tidak bertanggung jawab atasnya," tandas Ketua Karang Taruna Desa Mojodelik Adi Yusuf.

Ia melanjutkan, selama ini banyak dampak yang dirasakan oleh warga Desa Mojodelik kususnya dari adanya eksploitasi Migas yang sangat dekat dengan desa Mojodelik.

"EMCL harus bertanggungjawab atas panas yang ditumbulkan flare, EMCL harus bertanggungjawab atas kebisingan yang ditimbulkan dari suara mesin," tandasnya.

"EMCL harus bertanggungjawab atas hasil panen warga yang tidak maksimal akibat terangnya lampu kokasi," imbuhnya.

Selanjutnya, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro saat dikonfirmasi terkait surat pemberitahuan rencana unras warga Mojodelik tersebut mengatakan, jika pihaknya belum menerima surat pemberitahuan terkait rencaba aksi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun suarabojonegoro.com, sekitar 800 warga Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro bakal mengepung jembatan layang di Desa Ngraho Kecamatan Gayam untuk menuntut EMCL segera mengambil tindakan atas dampak yang dirasakan oleh warga diwilayah ring 1 proyek Migas Blok Cepu.(Wan/Red).


Foto: okezone.com

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .