Upaya Kapolres Bojonegoro Satukan Warga Silat, Mulai Berbuah Manis

Suara Bojonegoro     Senin, Agustus 22, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

Merubah paradigma yang ada dimasyarakat terkait tawuran antar warga, pemuda atau remaja yang mengatas namakan anggota silat, mulai menjadi titik terang, dan berbuah manis setelah Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro membentuk Paguyuban Bojonegoro Kampung Silat. Senin (22/8/16).

Hal ini terbukti dengan adanya penampilan gerakan jurus IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yang dilakukan secara bersama sama oleh seluruh Perguruan Bela Diri Pencak Silat yang ada di Bojonegoro dan tergabung dalam IPSI Kabupaten Bojonegoro pada saat Flashmob di Alun-alun Bojonegoro saat Car Free Day minggu, 21/6 kemarin.

Dengan adanya kegiatan yang diikuti ratusan pesilat anak anak dan orang dewasa ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa oleh Kapolres Bojonegoro, bahkan dalam acara tersebut Kapoplres Melihat langsung penampilan ratusan pesilat tersebut.

"Ini adalah bentuk wujud Program Polres Bojonegoro untuk menciptakan perdamaian dan juga persatuan para anggota Silat dengan menjadikan Bojonegoro adalah Kampung pesilat," Terang Pria Kelahiran Magelang ini.

Disampaikan juga bahwa Silat merupakan warisan luhur budaya bangsa yang patut di lestarikan dan diprestasikan, serta bisa menjadi kenyamanan masyarakat, sehingga dengan adanya anggota silat dilingkungan kita alan menjadikan wilayah aman dari tindak kejahatan dan Kamtibmas tercipta.

Sementara itu, Ketua IPSI Bojonegoro, Wahyu Subiakdono saat mendampingi para pesilat bersama sama pengurus IPSI lainnya mengatakan bahwa kegiatan Flashmob ini adalah bentuk pemanasan pra deklarasi Kampung Pesilat, dan hal ini akan sering dilakukan untuk menjadi dasar kebersamaan antar warga silat.

"Paradigma harus dirubah, dan jangan sampai ada lagi perselisihan antar oknum oknum warga dengan mengatasnamakan oprganisasi silat," Katanya.

Dengan sering latihan bersama sama antar organisasi silat, dan sering melakukan kegiatan bersama sama tanpa memandang seragam dan atribut, dipastikan masyarakat akan bisa lebih apresiasi guna mengurangi keslahpahaman yang sering terjadi dimasyarakat tentang silat.

"Oni bukti bahwa pencak silat bisa rukun dan guyub dengan melakukan gerakan jurus secara bersama sama tanpa ada perbedaan sedikitpun," Tambah Pria mantan Lurah ini.

Selain itu para pengurus IPSI Bojonegoro juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro yang telah berupaya membentuk paguyuban Kampung Pesilat sebagai bentuk persatuan dan kesatuan antar warga Silat, sehingga kedepannya tidak adalagi perseloisihan pendapat terkait silat namun yang ada adalah Guyub rukun berdampingan untuk membangun diri sendiri, Keluarga, dan Negara.

Sementara itu di Kabupaten Bojonegoro ada 12 Perguruan Silat diantaranya adalah Pagar Nusa, Persaudaraan Setia Hati Terate, Kera Sakti, RASA, Pencak Organisasi, Perisai Diri, Merpati Putih, Persaudaraan Rajekwesi, ASAD, Persaudaraan Setia Hati Winongo, Gubug Remaja, dan di tambah Margoloyo 121. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .