Ada 794 Janda Baru Di Bojonegoro Selama 8 Bulan Ini

Suara Bojonegoro     Kamis, September 29, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah


suarabojonegoro.com - Selama bulan Januari hingga Agustus tahun 2016 ini di Bojonegoro terdapar 794 Janda dan Duda baru setelah mendapatkan putusan dari pengadilan aggama atas gugatan atau pengajuan cerai dari pasangan suami istri yang memang menghendaki berpisah. Kamis (29/9/16).

Dari data yang dihimpun reporter suarabojonegoro.com di kantor Pengadilan Agama Bojonegoro bahwa Perceraian menjadi keputusan yang harus diterima apabila masalah rumah tangga tak bisa diatasi. Banyaknya pengajuan cerai gugat ( dari pihak istri)  maupun cerai talak ( dari pihak Suami)  membuat angka perceraian dikabupaten Bojonegoro terus meningkat setiap tahunnya.

Tercatat dari bulan Januari hingga Agustus lalu, faktor penyebab perceraian karena adanya krisis akhlak,  cemburu,  kawin paksa,  faktor ekonomi,  tidak adanya tanggungjawab,  KDRT,  Cacat Biologis,  Gangguan pihak ketiga dan tidak adanya keharmonisan.

Jumlah terbanyak penyebab perceraian tersebut diduduki faktor tidak adanya tanggung jawab yang mencapai 694 jiwa. Sementara, pada tahun ini hingga akhir Agustus total dari kasus perceraian yang disebabkan beberapa faktor tersebut mencapai 1837 jiwa. Pernyataan ini disampaikan oleh Abdul Mutholib selaku Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro.

“Padahal tahun lalu terhitung hingga akhir tahun angka perceraian hanya mencapai 2704 jiwa”.katanya.

Pihaknya menambahkan bahwa faktor utama penyebab perceraian karena belum dapat memahami karakter masing-masing pasangan sehingga tak ada solusi untuk penyelesaian masalah dalam rumah tangga.

“Jadi faktor cerai bukan karena pernikahan dini namun karena tidak adanya pengertian masing-masing pasangan,“ katanya.

Dari laporan perkara yang di terima pengadilan agama Bojonegoro bahwa tahun ini hingga akhir Agustus mencapai 700 jiwa untuk cerai talak ( dari pihak suami)  dan 1226 jiwa cerai gugat (dari pihak istri), sedangkan laporan perkara yang telah di putus atau disahkan dari januari hingga Agustus 2016 mencapai 615 jiwa untuk cerai talak dan 179 jiwa untuk cerai gugat.

“Dari perhitungan tersebut sampai akhir Agustus saja sudah ada 794 jiwa yang menyandang status janda ataupun duda," Jelasnya.

Abdul Muntholib mengingatkan bahwa Untuk meminimalkan angka perceraian diharapkan setiap pasangan yang hendak menikah mengerti karakter masing-masing, dan saling menjaga hubungan saat mengarungi bahtera rumah tangga. (Ina/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .