Anam Warsito Mengajak GMNI Bojonegoro Untuk Menguak Permasalahan Lahan di Ngumpakdalem

Suara Bojonegoro     Sabtu, September 24, 2016    












Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Pada momentum Hari Tani Nasional, Puluhan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Bojonegoro mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro. Saat di kantor Dewan, puluhan mahasiswa ini ditemui oleh Anam Warsito dari Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro.

Menaggapi materi tuntutan dari mahasiswa yang dipimpin langsung Ketua DPC GMNI Bojonegoro, Ahmad Miftahul Ulum tentang pelaksanaan Undang-undang Pokok Agraria (UPA) nomer 5 tahun 1960 serta persoalan reformasi agraria yang ada di Bojonegoro, Anam sapaan akrabnya mengatakan, reformasi yang didengungakan dari tahun ketahun, ternyata di Bojonegoro juga masih ada kasus agraria.

"Dimana buruh tani kita masih banyak sekali yang kebanyakan adalah lahanya dicaplok untuk kepentingan lain," kata Anam di depan puluhan peserta aksi.

Dikatakan pula, Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro saat ini sedang menyelesaikan persoalan agraria yang menyangkut sekitar 77 hektar tanah negara, yang berada di Dusun Kedungrejo Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander.

"Di Dusun Keungrejo Ngumpakdalem, tanah tidak dikuasai oleh petani, justru malah peroarangan," ungkap Anam.

Selanjutnya, pihaknya mengajak para Mahasiswa untu bergabung membahas sisi hukum dan sejarah lahan tersebut. "Bulan depan kita akan undang Badan Petanahan Nasional dan pihak Pemerintah Kabupaten untuk kembali membahasnya," katanya.

Melihat kondisi tersebut, Anam menegaskan, ada sekitar 20 KK yang dulu menggarap sawah dan sekarang menjadi buruh tani di daerahnya sendiri.

Aksi damai tersebut dilanjutkan di kantor Pemkab Bojonegoro. Saat di Pemkab, mahasiswa ditemui oleh Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro dan perwakilan dari Bappeda Bojonegoro.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .