Bahaya Penyakit TBC, FSTP Ajak Berantas

Suara Bojonegoro     Jumat, September 23, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com - Banyaknya kasus penderita TBC atau Tuberculosis di kabupaten Bojonegoro yang setiap tahun mencapai 900-1000 pasien membuat Forum Stop TB Partnership (FSTP)  daerah Bojonegoro melakukan berbagai sosialisasi dimedia sosial serta talkshow radio untuk mengajak masyarakat agar dapat memberantas penyakit TBC. Jum'at (23/9/16).

Forum Stop TB Partnership sendiri lahir sejak tanggal 5 Januari 2016 yang dibentuk untuk menanggulangi TBC khususnya dikabupaten Bojonegoro karena penanganan dari pihak kesehatannya saja belum efektif karena pasien penderita TB umumnya belum memahami cara pengobatan yang benar sehingga harus dilakukan penanganan secara insentif agar pasien benar-benar sembuh. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Achmad Budi Karyono selaku ketua umum FSTP Bojonegoro saat dikonfirmasi suarabojonegoro.com.

“ FSTP ini dibentuk sejak tanggal 5 Januari 2016, untuk menanggulangi TBC di Bojonegoro,  karena penanganan dari petugas kesehatan saja belum cukup sehingga kami melakukan sosialisasi baik dimedia sosial maupun radio agar pasien TB mengetahui cara pengobatan yang efektif .” kata Dr. Budi.

Penyakit TBC yang disebabkan oleh bakteri Mycobakterium tuberculosis ini, proses pengobatannya dilakukan secara bertahap dan harus diobati secara rutin karena membutuhkan waktu minimal 6 bulan untuk pemulihan.

Penyakit ini tergolong berbahaya karen dapat menular sehingga untuk mengantisipasi penularan tersebut pihak FSTP Bojonegoro menganjurkan kepada masyarakat untuk menjaga etika batuk yakni menutup mulut saat batuk dan tidak menghadap orang lain saat batuk.Bagi pasien TB harus melakukan pengobatan secara rutin demi pemulihan kesehatan secara total.

“Untuk mencegah TB,  masyarakat harus menjaga etika batuk seperti menutup mulut saat batuk dan jangan menghadap ke orang lain, bagi penderita TB harus berobat secara rutin karena penyembuhan penyakit ini lama sekitar 6 bulan,“ katanya.

Sementara,  tanda-tanda penyakit ini antara lain batuk disertai panas selama 2 minggu,  batuk disertai darah, kringat dingin dan berat badan menurun drastis,  apabila ada gejala tersebut disarankan secepat mungkin melakukan pemeriksaan ke rumah sakit atau dokter terdekat.

“Apabila ada gejala seperti batuk disertai panas selam 2 minggu,  dan batuk disertai darah,  berat badan menurun segera periksakan ke dokter atau petugas kesehatan,“ kata dokter RSUD Susodoro Djatikoesoemo Bojonegoro ini. (Ina/Red)

Foto Ilustrasi : beritasumut.com

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .