Di KUA Bangilan Maling Gasak 173 Stok Buku Nikah

Suara Bojonegoro     Jumat, September 16, 2016    

Reporter : Andi. SW

suarabojonegoro.com - Ulah pencuri ini tak tanggung tanggung, tidak hanya sekedar menggasak barang berharga, namun juga surat berharga, seperti yang terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangilan, Sebanyak 173 stok bukuh nikah Jum’at (16/9) lenyap dari tempatnya.

Menurut Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, Badrus Sholeh mengatakan, hilangnya bukuh nikah tersebut diduga ada orang yang niat mencuri.

"Dari laporan yang kami diterima, ditemukan kerusakan pada pintu masuk kantor," Jelasnya.

Dari peristiwa tersebut pihak KUA sudah disarankan membuat surat kehilangan di polsek Bangilan. Selanjutnya, agar tidak adanya penyalahgunaan, kemenag akan melakukan supervisi audit untuk kemungkinan penyalahgunaan buku nikah yang hilang.

Dikatakan juga bahwa karena akhir-akhir ini telah beredar modus penjualan buku nikah. "Di Surabaya saja info yang beredar 1 pasang buku nikah dibandrol dengan harga Rp 2 juta,”terangnya.

Pegawai kemenag yang merangkap Kasibinmas ini menambahkan, untuk buku nikah yang hilang itu akan dibuatkan berita acar terbaru. Selanjutnya, akan meregister ulang guna menghindari penyalahgunaan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan, untuk pengecekan nanti bisa melalui printer, dengan printer itu akan terunkap.

"Dengan dicurinya stok buku nikah dan untuk mengantisipasi kekurangan stok, KUA yang bersangkutan sudah diarahkan untuk mengambil buku nikah dari KUA lain," Lanjut Badrus.

Dikonfirmasi mengenai peristiwa pencurian buku nikah, Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharta menyampaikan, pencurian tersebut memang benar terjadi. Saat ini petugas terus melakukan penyelidikan, karena kondisi pintu KAU rusak. Sehingga, aksi itu bisa dikatakan pencurian disertai dengan pengerusakan.

“Berdasarkan yang kami terima kerugiannya mencapai Rp 8,6 juta,”jelasnya. (Swd/Red)


Foto ilustrasi : berita.suaramerdeka.com

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .