DPR RI Terus Kampanyekan Kampung KB

Suara Bojonegoro     Selasa, September 27, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Tingkatkan Kualitas Hidup, Anggota Komisi IX DPR Kampanyekan Kampung KB
Kampung Keluarga Berencana (KB) diperlukan di seluruh desa di Indonesia. Sebab, keberhasilan pro-gram KB akan membantu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan kesejahteraan keluarga untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Demikian ucap Anggota Komisi IX DPR RI Abidin Fikri saat sosialisasi pencanangan “Kampung KB” bersama BKKBN selaku mitra kerjanya di  Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (26/9/2016).

Lebih jauh ia menjelaskan, pelaksanaan program KB yang baik dapat menekan angka kemiskinan masyarakat di level keluarga sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia merupakan salah satu poin penting dari sembilan program (Nawacita) Presiden Joko Widodo.

“Kampung KB akan membangun masyarakat yang sejahtera dari tingkat keluarga. Kita harus memperkuat program KB dan keluarga sejahtera. Jangan hanya berhenti pada pencanangan, tapi harus ada aksi dan gerakan nyata,” kata Abidin.

Abidin juga memaparkan, program Kampung KB  berbasis pada wilayah setingkat RW, Dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dengan keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta sektor terkait yang direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi oleh dan untuk masyarakat.

“Kegiatan ini melibatkan seluruh bidang di lingkungan BKKBN dan bersinergis dengan Kementerian/Lembaga,  stakholders instansi terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah yang dilaksanakan di tingkat pemerintahan terendah,” kata Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Adapun kriteria Kampung KB lanjut Abidin menjelaskan, ditentukan melalui dua  kriteria umum yakni wilayah dengan kesertaan KB paling rendah dan angka kemiskinan paling tinggi.

“ Salah satu target program ini ialah menurunnya rata-rata jumlah anak yang dimiliki seorang wanita usia subur usia 15-49 dari 2,37 pada tahun 2015 menjadi 2,28 pada tahun 2019,” pungkasnya. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .