FKPMBSI Tolak Peraturan & RUU Larangan Minuman Ber Alkohol

Suara Bojonegoro     Kamis, September 22, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com - Adanya peraturan dan Rancangan undang undang pasal 20, 21, dan 28 Undang-Undang RI bahwa Dewan perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Presiden RI memutuskan larangan minuman beralkohol, nampaknya ada sebagian pihak yang tidak setuju dengan peraturan tersebut. Kamis (22/9/16).

Seperti yang terjadi di Bojonegoro Forum Komunikasi Pedagang Minuman Beralkohol Seluruh Indonesia (FKPMBSI) yang merupakan wadah untuk pedagang tradisional minuman beralkohol menyampaikan keberatan atas peraturan undang-undang tersebut.


Disampaikan oleh ketua FKPMBSI, Nur Hasan bahwa dengan adanya RUU terkait larangan terhadap minuman beralkohol,  dirinya dan anggota yang lain menyatakan tidak setuju karena dapat mematikan mata pencarian pedagang kecil sehingga.

"Kami membentuk FKPMBSI ini untuk menyalurkan aspirasi masyarakat," Kata Suwondo.

FKPMBSI yang dibentuk sejak tanggal 13 maret 2015, beranggotakan pedagang kecil tradisional minuman beralkohol kadar rendah, golongan ekomomi rendah sektor informal dan terbentuk karena keperihatinan pedagang kecil terhadap peraturan tersebut.

Sementara itu, Kegiatan ini dilaksanakan di gubuk ilir-ilir kelurahan Ledok Kulon Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro yang diikuti sebanyak 50 pedagang minuman beralkohol dari Bojonegoro dan Tuban.

"Kami merasa keberatan dengan peraturan tersebut karena dapat menyengsarakan pedagang kecil," Pungkasnya.

Kemudian mereka membuat surat penrnyataan bersama dan di tujukan kepada DPR RI dari Dapil (Daerah Pemilihan) Bojonegoro dan Tuban. (Ina/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .