Inilah Dampak Kebijakan Pembuatan E-KTP

Suara Bojonegoro     Kamis, September 08, 2016    

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Kebijakan pemerintah tentang pembuatan  Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) bagi seluruh warga negara Republik Indonesia (RI) membawa dampak yang positif, dimana banyak warga yang melakukan perekaman dan mengajukan e-KTP. setidaknya dalam satu hari di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bojonegoro menerima kurang lebih 350 permohonan pencetakan e-KTP.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kepala Bidang Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bojonegoro, Ferry R. Ia mengungkapkan, ada dampak positif dengan adanya kebijakan pemerintah pusat, dimana warga Bojonegoro mau melakukan pendataan dan mengurus KTP mereka. Diakui Ferry selama ini mereka cenderung pasif karena beranggapan sudah memiliki KTP padahal kebanyakan KTP mereka adalah KTP lama yang belum menggunakan NIK .

"Saat ini saja di Capilduk ada 350 lebih permohonan baru setiap harinya , ini terjadi hampir sebulan lalu. Kebanyakan dari pemohon ini adalah orang-orang Bojonegoro yang berdomisili diluar daerah, apakah mahasiswa atau pekerja ditambah lagi adalah buruh migran yakni TKI dan TKW yang mencari nafkah diluar negeri," katanya, Kamis (8/9/16) pagi.

Kemudian, apakah perekapan E-KTP hanya di Kantor Capilduk? Ferry menjelaskan, perekaman E-KTP bisa dimasing-masing wilayah dengan catatan peralatan dan jaringan dalam kondisi yang baik. "Namun jika ada permasalahan maka perekaman bisa dilakukan di Kantor Capilduk," ujarnya.

Menurut Ferry, syarat yang harus dilengkapi antara lain foto copy Kartu Keluarga (KK) dan mengisi blangko pembuatan E-KTP. Dikarenakan banyaknya permohonan yang harus diproses, maka E-KTP membutuhkan waktu makmimal 1 minggu. Namun jika sudak melalukan biometrik seperti sidik jari dan perekaman iris mata jauh lebih pendek waktunya. Berbeda dengan yang belum melakukan perekaman, maka prosesnya jauh lebih lama karena data harus masuk di pusat terlebih dahulu. Oleh karenanya dia menghimbau agar warga melakukan perekapan di kecamatan jika terdapat kendala maka bisa ke Capilduk dengan melengkapi beberapa berkas.

"Lebih baik mengurus sendiri langsung ke Kecamatan atau Capilduk," pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan pentauan di Kantor Capilduk Bojonegoro, pengurusan adminstrasi kependudukan memang jauh lebih padat dari hari biasanya, kebanyakan adalah perekaman E-KTP dan pengambilan KTP yang sudah jadi. Demikian pula untuk pengajuan Kartu Keluarga (KK) juga tampak padat karena adanya pemutakhiran KK yang belum menggunakan data SIAK.(Wan/Lis).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .