Kejari Dituding Lamban & Tak Adil Tangani Kasus

Suara Bojonegoro     Rabu, September 07, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com  - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro terus mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro untuk segera menuntaskan kasus korupsi Bimtek DPRD tahun 2012. Setelah menggelar audiensi di kantor Kejari hari Rabu, 1 September lalu, PMII tetap melakukan kajian mendalam dan koordinasi masalah hukum ke Ahli hukum serta Pengurus Kordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur.

Ahmad Syahid, Ketua Umum PC PMII Bojonegoro menyampaikan selain  memperdalam kajian hukum kepada ahlinya, kami juga koordinasi agar di beck up secara hukum oleh PMII Jawa Timur agar tersampaikan ke Kejaksaan Jawa Timur (Kejati).

"Selain intens kajian hukum, saat ini kami sedang berkoordinasi ke PMII Jawa Timur agar disampaikan ke Kejati bahwa ada perlakuan yang tidak adil atas nama hukum di Bojonegoro, yakni kasus korupsi Bimtek DPRD Tahun 2012," ujarnya.

Selain sudah mengkaji putusan hukum Pengadilan Negeri Surabaya yang sudah incraht, PMII juga berkali-kali menggelar   diskusi dengan ahli hukum yang ada di Bojonegoro. “Dari putusan Pengadilan Negeri, semua Pimpinan dan anggota DPRD terbukti salah dan mengakui menerima chas back, dan sesuai UU Tipikor Pasal 4, meskipun mereka sudah melakukan pengembalian kerugian uang negara, seharusnya itu tidak menghapus pidana. Sehingga kami mendesak Kejari untuk memproses itu," pungkasnya. (wan/lis)

Foto. dok. : saat mahasiswa PMII datangi Kantor Kejari

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .