Kemarau Tiba Hasil Panen Padi Di Kanor Menurun

Suara Bojonegoro     Kamis, September 08, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com - Musim kemarau yang melanda kabupaten Bojonegoro menyebabkan produktivitas hasil pertanian mengalami penurunan drastis. Seperti yang terjadi diwilayah Kecamatan Kanor, Bojonegoro  sejak awal bulan september 2016 telah melakukan panen padi dengan hasil yang tidak maksimal, seperti yabg sampaikan oleh Zaenal Fanani selaku kabid produksi tanaman pangan dan hortikultura Dinas pertanian Bojonegoro. Kamis (8/9/16).

Zaenal Fanani menyatakan penurunan produksivitas hasil panen padi ini pasalnya kurangnya pasokan air dan juga efek pola tanam yang semestinya harus menanam padi palawija namun para petani  di daerah tersebut hanya menanam padi-padi sehingga memerlukan penyerapan pupuk yang relatif banyak untuk mendapatkan kualitas yang maksimal.

"Untuk musim kemarau memiliki dampak penurunan terhadap hasil pertanian khususnya wilayah Kanor karena efek pola tanaman yang kurang pas," Katanya.

Masih menurutnya semestinya petani harus tanam padi palawija  namun hanya menanam padi-padi sehingga secara teoritis mempengaruhi hasil panen.

Pihaknya juga menambahkan untuk wilayah Kanor pada tanam 1 bulan januari sampai februari 2016  mendapatkan hasil panen sebanyak 12 ton, pada tanam ke 2  hasil panen turun menjadi 10 ton dan pada tanam ke 3 bulan september 2016 hasil panen di daerah tersebut semakin turun menjadi 8 hingga 9 ton.

Sementara itu untuk luas  lahan pertanian diseluruh wilayah Bojonegoro dari awal januari hingga september 2016 mencapai 131 ribu 405 hektar dengan hasil produksi secara keseluruhan sebanyak 101 ribu 204 ton. Hal ini berbeda pada tahun 2015 lalu wilayah Bojonegoro memiliki luas lahan pertanian sebesar 152 ribu hektar.

"Wilayah Kanor pada tanam 1 hasil panennya 12 ton, tanam 2 hasil panennya 10 ton dan pada tanam 3 bulan september 2016 hasil panennya turun drastis antara 8 hingga 9 ton, kalau diwilayah bojonegoro sendiri memiliki luas pertanian sebesar 131 ribu 405 hektar dengan hasil produksi menyeluruh sebanyak 101 ribu 204 ton." jelasnya.

Sedangkan, untuk pasokan pupuk diwilayah Bojonegoro dinyatakan aman namun para petani harus mewaspadai adanya kelangkaan pupuk pada bulan november mendatang pasalnya ketidak cocokan efek pola tanam dan musim kemarau membuat tanaman padi memerlukan jumlah pupuk yang relatif banyak.

sebagai langkah untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk pihak dinas pertanian kabupaten Bojonegoro telah menambah pasokan pupuk untuk para petani.

"untuk pupuk sementara ini masih aman namun pada november mendatang petani harus mewaspadai kelangkaan pupuk karena untuk tanaman padi memerlukan penyerapan pupuk yang relatif banyak." tambahnya. (Ina/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .