Laris Manis Salak Lokal, Meski Belum Masa Panen

Suara Bojonegoro     Selasa, September 06, 2016    

Reporter: Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com - Meski belum musim panen, untuk tanaman salak namun Lik Amah salah satu petani salak di desa Tanjungharjo, kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro sudah dapat menikamati hasil tanaman salaknya. Bahkan ia menjual hasil buah salaknya di halaman rumah dengan harga yang relatif mahal.

Menurutnya, Minimnya buah salak yang dijual di pasaran lantaran belum saatnya panen membuat Lik Amah kebanjiran pembeli, seperti yang disampaikan suarabojonegoro.com, Selasa (6/9/16).

Lik Amah juga menyampaikan bahwa setiap 100 buah salak ia jual dengan harga Rp60 hingga Rp70 ribu rupiah atau setara dengan Rp12 ribu perkilo gramnya.

"Kalau saat musim panen saya hanya bisa menjual Rp8 ribu  perkilogramnya," Jelasnya.

Tanaman salak di daerah tersebut baru akan panen akhir Nopember 2016 mendatang sehingga mempengaruhi kualitas rasa pada buah tersebut.

Dari penjualan salak tersebut, Lik Amah mendapatkan pemasukan antara 300 hingga 500 ribu rupiah perharinya demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

Sri Handayani warga Desa Kapas, kecamatan kapas, Bojonegoro, salah satu pembeli salak, tetap akan membeli salak dalam jumlah banyak meskipun kualitas rasa tak seenak saat panen tiba. Hanya saja untuk salak lokal rasanya sedikit asam dan kurang segar jika dibanding dengan salak yang siap panen. (lna/Red*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .