Maraknya Jual Minyak Ilegal Dari Sumur Tua, Ancam Keberlangsungan Tambang Tradisional

Suara Bojonegoro     Rabu, September 07, 2016    

Reporter : Nella Rachma


suarabojonegoro.com - Pertamina EP Assert 4 Filed Cepu merencanakan pemasangan pintu portal penjagaan di jalur keluar masuk wilayah produksi sumur tua  yang berada di wilayah operasional  Wonocolo, Kecamatan Kedewan.
Sebagai sebuah destinasi wisata yang dicanangkan secara bersama oleh Pem Kab Bojonegoro, SKKMIGAS, PERTAMINA EP dan PERHUTANI, sudah selayaknya asset tersebut dijaga, mengingat kegiatan pengangkutan  dan pengolahan minyak illegal yang kembali marak, dan diduga dilakukan oleh oknum masyarakat yang bukan penduduk Wonocolo / Kedewan.

Maraknya penjualan minyak ilegal itu bukan hanya bertentangan dengan  semangat Pemkab Bojonegoro menjadikan kawasan sumur tua itu sebagai destinasi wisata dan cagar budaya, tetapi juga mengancam keberlangsungan penambangan minyak tradisional yang dilakukan warga lokal.
Secara matematika ekonomi dari sisi pendapatan daerah dari produksi migas, sudah jelas bahwa kegiatan pemroduksian minyak bumi, pengangkutan dan pengolahan secara illegal ini, sangat merugikan Negara dan Bojonegoro sebagai daerah penghasil migas, karena tidak ada pemasukan daerah dari pajak migas.

Sesuai amanat UU no 22/ 2001 dan Peraturan Pemerintah no 35 tahun 2014 tentang Kegiatan Usaha Hulu Migas. Bahwa semestinya, kegiatan pengelolaan (meliputi pemroduksian, pengangkutan dan pengolahan) hanya dapat dilaksanakan oleh PERTAMINA.
“Kami akan segera melakukan sosialisasi pada masyarakat dan penambang ikwal rencana pemasangan portal di pintu keluar masuk kawasan sumur tua. Kami masih melakukan koordinasidengan aparat keamanan (Kepolisian & TNI, red), Polhukan dan Pemkab Bojonegoro,” kata Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, Selasa (06/09/2016).
Agus Amperianto belum bersedia mengungkap kapan persisnya rencananya pemasangan portal akan dilakukan, Mantan Humas Pertamina EP ini hanya memastikan portal itu nantinya  akan dilengkapi pos  yang dijaga unsur pengamanan internal Pertamina yang diperkuat aparat kepolisian dan  TNI.
Di pos jaga ini, lanjut Agus akan ada kegiatan petugas yang akan memonitor arus keluar masuk kendaraan ke daerah wisata, dan menarik retribusi bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah Desa Wisata  dan Museum Migas Petroleum Geoheritage Wonocolo. Hasil retribusi ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang menopang posisi wilayah sumur tua sebagai sebuah destinasi wisata, berbasis kegiatan ‘outbond’.
“Jadi keberadaan pos penjagaan tersebut nantinya, selain mencegah  dan mengantisipasi penjualan minyak secara ilegal dari wilayah sumur tua Kedewan, tetapi juga bisa menetapkan retribusi bagi para wisatawan. Di pos jaga itu wisatawan bisa diberikan pemahaman terkait asal-usul minyak bumi dan disebari kuisioner untuk bisa memberikan perhatian &  kesan hingga saran, untuk perkembangan wisata Geo Heritage Wonocolo ke depan, sehingga layak terus dikembangkan,” tegasnya. (ney/lis)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .