Menundukan Nafsu Melalui Pengajian Di Mushola Nurul Janah Sidobandung

Suara Bojonegoro     Jumat, September 30, 2016    

Oleh : Liya Yuliana

suarabojonegoro.com - Mengalahkan hawa nafsu, bukanlah hal yang sulit ketika manusia mau dan mampu belajar ajaran ajaran Agama Islam yang tertera dalam Al Qur'an dan Hadis melalui kajian ataupun melalui pengajian pengajian dan jamaah mau dan mampu menjalankannya.

Tepatnya Jumat, 30 September 2016 acara pengajian digelar di Musala Nurul Jannah Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Yang Dimulai sekitar 18.20 WIB hingga 19.10 WIB digelar pengajian dengan narasumber Kyai Toha Abrori dengan tema nasihat seputar tips menjalani hidup termasuk mengendalikan nafsu.

Pengajian ini dilaksanakan sebulan sekali tersebut dihadiri jamaah kajian sekitar 70 orang kyai Toha menyampaikan banyak hal terkait menundukkan hawa nafsu yang selalu melingkari jiwa manusia.

“Bicara itu mubah, maka jadikan bicara menjadi wajib seperti saya bicara di depan sini yang mulanya mubah menjadi wajib tersebab menyampaikan nasihat. Jadikan bicara menjadi sesuatu yang wajib atau sunah," Jelasnya.

Disampaikan pula bahwa Tidur itu juga mubah hukumnya namun akan bernilai pahala di sisi Allah tatkala menjaga adab dan menjalankan amalan sunah menjelang tidur.

Dicontohkan oleh pembicara bahwa Seperti melaksanakan amalan yang senilai dengan mengkhatamkan Alquran yakni dengan membaca Surat Al Ikhlas sebanyak tiga kali dan lainnya sesuai tuntunan Rasulullah.

Adapun agar berhasil menahan nafsu maka tatkala kita menginginkan bakso, upayakan bukan bakso yang dibeli atau dimakan namun mie ayam. Dengan begitu kita berhasil berjuang menahan nafsu kita.

"Begitu pula saat anak kita meminta sesuatu, jangan biarkan kita memberikan sesuatu tersebut sekaligus. Tunda dan tunda lagi hingga tiba saatnya anak kita sudah tak menginginkan lagi barulah kita memberikannya. Dengan begitu kita telah melatih anak kita untuk menahan nafsu” ujarnya," Terangnya.

Kyai Toha juga menyampaikan bahwa Orang yang beriman kepada Allah dengan sebenarnya maka mubah mampu menjadi hal yang sunah. Menjalankan sunah seperti halnya kewajiban. Menjauhi hal yang makruh layaknya perbuatan haram.

Dalam kesempatan tersebut Kusnan selaku jamaah pengajian mengatakan sangat senang dengan diadakan pengajian bulanan ini untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah.

Allah memberikan perbuatan dihukumi wajib, sunah, mubah, makruh dan haram. Sebagai hamba Allah yang merindukan rida-Nya maka layakkan diri dengan melaksanakan kewajiban dengan kesungguhan, mengupayakan sunah, mengambil mubah seperlunya dan yang mampu mengantarkan pahala di sisi Allah.

"Jauhi makruh dan haram. Semoga dengan begitu rida Allah semakin dekat. Aamiin. Allahu A’lam," Pungkas Kusnan. (Yul/JW/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .