Petani Palawija Di Dander Keluhkan Hasil panen

Suara Bojonegoro     Jumat, September 16, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com - Dua bulan sudah tanaman kacang hijau siap panen, mungkin sebagian petani merasa senang pasalnya pada musim kemarau yang di wilayah Bojonegoro karena mereka masih dapat menikmati hasil panen palawija. Namun, Kebahagian tersebut tidak dirasakan oleh Komari salah satu petani palawijau desa Ngumpak dalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro karena ia mengalami kerugian jutaan rupiah akibat gagal panen.

Komari mengaku hasil panen tanaman kacang hijau yang ia kerjakan merosot hingga 70 % dibanding kondisi normal, hal ini dikarenakan pada musim tanam palawija bulan juli lalu lahan perkebunannya dilanda banjir sehingga  berpengaruh terhadap kualitas hasil panen saat ini. Jumat (16/9/16).

“Hasil panennya jelek mbak merosotnya sampai 70% karena kemarin pas tanam sekitar bulan 7 tanaman kacang hijau saya terkena banjir.” Kata Komari.

Sementara, petani ini memiliki luas lahan perkebunan kacang hijau seluas ½ hektaryang biasa produktif dengan hasil panen  sebanyak 4 hingga 5 kwintal. Namun, untuk saat ini ia hanya memanenkacang hijaunya sebanyak 2 kwintal saja.

“Biasanya saya memanen kacang hijau sampai 4 hingga 5 kwintal, tapi saat ini saya hanya memanen sebanyak 2 kwintal saja.”tambahnya.

Petani tersebut juga menambahkan bahwa selama musim tanam setiap 10 hari sekali, secara rutin telah dilakukan pemupukan  dan penyemprotan hama namun hasil panen tetap saja memburuk.

“Padahal pemupukan dan penyemprotan sudah saya lakukan rutin 10 hari sekali namun hasilnya tetap memburuk hanya saja bebas  dari hama.” Ujarnya

Setiap 1 kg kacang hijau ia jual dengan harga Rp10 ribu rupiah perkilogramnya, biasanya dalam setiap panen komari mampu memperoleh penghasilan antara Rp4 juta hingga Rp5 juta dari penjualan palawijanya  namun akibat gagal panen pendapatan Petani tersebut menurun drastis berkisar Rp1 juta. (Ina/Red)


© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .