Sinergitas Antara BI & Sinergantara, Implementasikan OGP Diseluruh Desa

Suara Bojonegoro     Selasa, September 13, 2016    

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -
Desa-desa yang sudah menerapkan program keterbukaan informasi publik atau Open Goverment Patnership (OGP) dan Informasi Teknologi serta pemberdayaan yang melibatkan masyarakat, saat ini ada empat desa di Bojonegoro yang menjadi percontohan yakni Napis Kecamatan Tambakrejo, Desa Nduwel Kecamatan Kedungadem, Desa Klampok Kecamatan Kapas dan Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bojonegoro Suyoto saat menerima tamu, Ria Emunsari, Daniel Costa, Fletcherd dari  MAVC (Making All Voices Count). Senin (12/9/16) kemarin, di Rumah Dinas Bupati.

Turut serta mendampingi dalam kesempatan ini Asisten I Djoko Lukito dan Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur P. Joko Purwanto, Aw. Saiful Huda dari Bojonegoro Institute (BI), Widi Heriyanto, Aisah dari Sinergantara.

Kepala Dinas Kominfo, Kusnandaka Tjatur P dalam kesempatan ini mengatakan bahwa data yang dihimpun ini dilakukan oleh PKK yang merupakan sebuah organisasi wanita mitra pemerintah.

"Data didapat langsung dari warga melalui dasa wisma yang dilakukan secara manual, kedepan data ini akan diinput dalam sebuah aplikasi," katanya dihadapan para tamu.

Kemudian, Bupati Bojonegoro menyampaikan bahwa OGP akan diterapkan diseluruh wilayah Bojonegoro tepatnya 430 desa. data yang dihasilkan sangat tepat waktu dan senantiasa diperbarui oleh PKK. Banyak hal yang dilakukan pemkab Bojonegoro mulai menyiapkan big data, salah satunya pemanfaatan IT dan kini beberapa pihak juga siap mendampingi untuk pengembangan IT kedepannya.

Kang Yoto, sapaan akrab Bupati Bojonegoro menerangkan bahwa beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah dibidang pendidikan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi khususnya peningkatan sektor UMKM dan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bupati Bojonegoro melanjutkan, salah satu yang membuat mengapa AKI kembali tinggi di Bojonegoro karena banyak ibu hamil yang hidup terpisah dari suaminya, karena suami mereka bekerja diluar negeri atau luar kota.

"Kurangnya kamunikasi ini membuat banyak ibu hamil yang mengalami depresi. Selain itu penanganan untuk ibu hamil kini semakin ditingkatkan meski jauh dari suami sudah ada penanganan dan tindakan jika sewaktu waktu harus ada tindakan, dimana diharapkan sudah menandatangani berkas jika sewaktu waktu dibutuhkan tindakan lanjutan, serta setiap ibu Hamil keluarga harus menyipakan 3 pendonor darah untuk antisipasi," kata Kang Yoto

Data yang dibuat oleh PKK ini diperbarui setiap sebulan sekali. Untuk membangun komunikasi ini Bupati melakukan beberapa hal antara lain masyarakat memiliki nomer kontak person Bupati dan para pejabat, sehingga mereka bisa menyampaikan masalah yang mereka hadapi.

Untuk membangun OGP ini adalah suatu yang sangat tidak pernah diduga apalagi Bojonegoro menjadi percontohan ditingkat dunia. Bojonegoro merupakan daerah konflik sejak beberapa jaman dan perubahan tata pemerintahan. Apalagi kini  menjadi wakil Indonesia di kancah OGP melawan DKI Jakarta dan Aceh. Oleh karenanya Bojonegoro tak hanya untuk Indonesia namun dari Bojonegoro untuk Indonesia.

"Bulan Oktober mendatang kita akan merayakan OGP Day, dimana banyak tamu dari luar yang akan melihat penerapan OGP di Bojonegoro. Jika tidak ada aral merintang akan digelar 5-10 oktober mendatang," ungkap Bupati asal Kanor itu.

Saat ini banyak orang, lembaga baik dari indonesia atau jakarta yang berkunjung di Bojonegoro untuk membantu dan mendukung OGP di Bojonegoro. Hal utama adalah adanya kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat, sehingga dengan kepercayaan itu kita menjalankan tata pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Tanpa adanya dukungan dari semua pihak maka akan percuma, transparansi, akuntabel dan partnership adalah kolaborasi yang didukung inovasi dan IT .

Bojonegoro kini berbahagia dengan OGP ini bak seperti sebuah lilin yang menerangi, sangat menerima dengan tangan terbuka setiap dukungan, kritrikan dan apapun itu. Kolabarasi antara pemerintah dan NGO seperti sinergantara dan BI mendukung pemerintah ini sangat luar biasa ini adalah contoh yang bagus demokrasi di Indonesia.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .