4 Jasad Santri Korban Perahu Terbalik di Babat Ditemukan, Berikut Namanya

Suara Bojonegoro     Sabtu, Oktober 08, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro


suarabojonegoro.com - (Babat Lamongan) - Setelah 3 jasad korban perahu terbalik di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban ditemukan, akhirnya
Pencarian yang terus dilakukan oleh Tim SAR menemukan satu lagi jasad korban tenggelam dan saat ini sudah 4 jasad korban sudah ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Sabtu (8/10/16).

Dari pantuan suarabojonegoro.com dilapangan, sekitar pukul 17.30 WIB korban ditemukan tak jauh dari lokasi tenggelamnya perahu yang terbalik dan langsung dilakukan evakuasi oleh Tim SAR.

"Satu lagi ditemukan dan langsung dibawa ke Puskesmas di Babat," Kata Rahman warga yang berada dilokasi.

Selanjutnya satu jasad korban tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Karang Kembang Kecamatan Babat.

"Sudah ada empat jasad korban yang sudah ditemukan, semoga korban lainnya bisa ditemukan hari ini," imbuhnya.

Baca berita sebelumnya:
http://www.suarabojonegoro.com/2016/10/dua-lagi-jasad-santri-hilang-ditemukan.html?m=1

Proses evakuasi empat jenazah korban disambut haru dan lantunan tahlil dari santri Ponpes Langitan yang ada di bantaran sungai Bengawan Solo. Korban pertama ditemukan pada pukul 15.15 Wib, selang beberapa menit dua korban ditemukan pada pukuk 15.50 Wib.

Berikut data nama korban yang sudah ditemukan :
Mohamad Barikrly Amry asal Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Saat pertama kali ditemukan korban dalam keadaan meninggal, dan masih mengenakan kaos warna merah dan sarung warna biru.

1.Barikrly Amry asal Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Saat pertama kali ditemukan korban dalam keadaan meninggal, dan masih mengenakan kaos warna merah dan sarung warna biru.

2. Rizki Nur Habib asal Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera.

3. Muhammad Afiq Fadlil asal Desa Bulakparen, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.


4. Sementara korban ke empat Belum diketahui identitasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tenggelamnya perahu tradisisonal yang ditumpangi sebanyak 25 santri tersebut hendak pergi ke Pasar Babat, namun saat ditengah aliran sungai Bengawan Solo, perahu tersebut terbalik lantaran kelebihan muatan. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .