Ada Empat Desa di Balen Mulai Tergenang Air Luapan bengawan Solo

Suara Bojonegoro     Selasa, Oktober 11, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com -  Semakin tingginya muka air Bengawan Solo, membuat empat desa di Kecamatan Balen mulai tergenang. Genangan air tersebut mulai masuk pemukiman warga dan persawahan.

Seperti data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, ada empat desa yakni Desa Pilanggede, Sarirejo, Mulyorejo, dan Sekaran.

Di Desa Mulyorejo, lahan sawah yang saat ini sedang ditanamani padi baru berusia 40 sampai 50 hari, tergenang air sekitar 50 cm, dengan luas 30 hektar.
Kemudian, lahan tegalan sekitar 5 hektar. Perkiraan kerugian sekitar 150 juta

Di Desa Sekaran lahan pertanian sawah ada 15 hektaa, dengan tanaman padi berusia 30 sampai 40, terendam 30 sampai 50 cm. Lahan tegalaan 5 hektar, yang saat ini ditanami polowijo terendam 10 sampai 15 cm, kerugian diperkirakan sekitar 45 juta

Di Desa Sarirejo area persawahan pertanian yang tergenang sekitar 32 Ha, tanaman padi terendam sekitar 20 hari. Di area bibir bengawan tanaman sayur-sayuran seperti terong dan jagung tembakau terendam air seluas 2 hektar. Kerugian diperkirakan 50 juta.

Di Desa Pilanggede areal persawahan pertanian tanaman padi 30 ha, Kerugian diperkirakan 150 juta. Halaman sekolah SDN Pilanggede tergenang sekitar 40 cm.

Kasi Logistik BPBD Bojonegoro, MZ Budi Mulyono mengatakan, untuk mengantipasi luapan bengawan warga melakukan kerja bakti di titik sudetan yang longsor.

"Untuk pembangunan checkdump di Desa Pilanggede masih aman, dengan menanggul sementara walaupun sempat terjadi longsor di lokasi Proyek," katanya. Selasa, (11/10/16).

Ia menambahi, hari ini, Selasa tanggal 11 Oktober 2016 juga telah dilaksanakan kerja bakti atau gotong royong membuat tanggul akibat sudetan yang jebol yang sempat mengairi lahan pertanian.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .