Akibat Cuaca Hasil Panen Tembakau Turun Drastis

Suara Bojonegoro     Kamis, Oktober 06, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - (Tuban) - Perkiraan cuaca yang tidak menentu mengakibatkan petani tembakau pada musim panen  tahun ini terburuk. Seperti yang dialami oleh petani di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Akibat, cuacat tidak menbuat hasil panen dan pendapatan mereka terima menurun drastis. Kamis (6/10/16).

Hal tersebut di ungkapan Darso(45) petani sekaligus juga tengkulak tembakau asal Senori.

 Darso menceritakan, soal anjloknya harga jual tembakau disebabkan turunnya hujan yang terus menerus. Sehingga, menjadikan pohon tembakau menjadi layu. Karena cuaca tidak menentu membuat petani tembakau di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Jabupaten Tuban dan sekitarnya beralih tanaman lain misal jagung.

"Sudah banyak petani yang beralih ke tanaman lain,"imbuhnya.

Darso juga menjelaskan, jenis tembakau dikatakan bagus untuk musim panen ini dan biasannya ditandai perubahan warna daun tembakau. Seperti, dari daun berwarna hijau menjadi kuning kehijauan, warna tulang daun putih hijau terang, tepi daun mengering, permukaan daun agak kasar dan tangkai daun mudah dipatahkan.

Sedangkan, harga  tembakau jenis ini (super) saat ini Rp 1.600 perkilogran. Jenis tenbakau biasa harga jual Rp 1.300 perkilogram. Bahkan, ada yang tidak laku dijual, sehingga terpaksa dibiarkan terbengkalai dilahan pertanian.

"Kalai gak laku ya dibiarkan saja,"jelasnya.

Darso menambahkan, jika dibandingkan pada  hasil musim panen lalu harga jual tembakau super laku Rp 3.000 perkilogram. Sehingga, dalam satu kali musim panen petani merauk hasil kotor Rp 15 juta dalam satu musim tanam. Namun, pada musim panen tahun ini petani cuma mendapatkan kisaran Rp 5 sampai 6juta dari hasil penjualan panen tembakau lahan miliknya.

"Mau gimana lagi mas tani tahun ini,"cetusnya

Darso juga menyebutkan, hasil panen tembakau asal Senori biasanya  dikirim dan dijual  ke daerah jawa tengah seperti Klaten, boyolali, wonosobo, prambanan dengan menggunakan alat tranportasi roda empat dengan muatan 5 ton dan biaya ongkos  Rp. 1.600.000 satu kali kirim.

"Kirimnya ke daerah jawa tengah,"sambungnya. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .