Antisipasi Kecelakaan Santri Langitan, Kapolres Perintah Polsek Data Penambang Perahu

Suara Bojonegoro     Sabtu, Oktober 08, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Setelah terdengar adanya berita yang mengabarkan tentang perahu terguling dan para penumpangnya sebanyak 25 santri Pondok Pesantren Langitan Widang Tuban tenggelam dan terbawa arus bengawan solo mendapatkan perhatian khusus dari Kapolres Bojonegoro, karena Bojonegoro sebagian wilayahnya juga dilewati aliran sungai bengawan solo.


Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro langsung memberikan perintah ke Kapolsek jajaran pada hari Jum'at (7/10) kemarin malam yang daerahnya di lewati sungai bengawan solo dan masih menggunakan perahu tradisional sebagai alat penyeberangan agar mengingatkan kembali kepada para nahkoda perahu atau yang sering disebut penambang perahu untuk selalu mematihui SOP dengan tidak memuat penumpang melebihi kapasitas serta selalu menyediakan alat keselematan seperti pelampung, ban maupun jirigen kosong.

"Kapolsek yang wilayahnya dilintasi bengawan solo,  agar mendatakan tukang perahu yang melayani penyeberangan dengan perahu", ungkap Kapolres memerintahkan seluruh Kapolsek.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa peristiwa yang menenggelamkan 25 santri Ponpes Langitan kemarin sore 18 diantaranya selamat dan 7 masih dalam pencarian tim SAR gabungan dari Polres Tuban, Brimob dan BPBD Tuban serta BPBD Lamongan. Dari 7 korban yang masih belum ditemukan 1 diantaranya merupaka warga Kabupaten Bojonegoro yang beralamatkan di Desa Ngampal Kecamatan Sumberjo ini diketahui bernama Arif Mabruri.

Sampai saat ini semua korban yang hilang masih dalam percarian tim SAR dan belum diketemukan. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .