Bantuan Alat Pertanian, Diduga Ada Pungli

Suara Bojonegoro     Jumat, Oktober 21, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com - Pemberian bantuan sebanyak 27 unit traktor dan 27 unit mesin tanam padi dari pemerintah pusat yang ditujukan oleh kelompok tani di Bojonegoro nampaknya telah terjadi dugaan pungutan liar (Pungli). Jum'at (21/19/16).

Adanya dugaan pungli tersebut dijelaskan oleh sejumlah petani di desa Sumodikaran,  kecamatan Dander,  Bojonegoro yang mengetahui adanya pungutan liar , yang katanya terjadi satu bulan sejak diturunkan bantuan alat pertanian sejak Agustus 2016.

Seperti yang dirasakan oleh Samuel salah satu kelompok tani Desa Sumodikaran menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui kalau ada bantuan alat pertanian dan adanya pembentukkan kelompok baru.

“Kami tidak tau kalau ada bantuan alat pertanian dan juga tidak tau kalau ada pembentukan kelompok baru“ kata Samuel.

Sementara, untuk setiap unit alat pertanian tersebut para kelompok petani yang mendapatkan bantuan diwajibkan membayar satu juta rupiah kepada petugas penyuluh lapangan (PPL)  yang bertugas didesanya.

“Kami membayar satu juta rupiah kepada PPL desa untuk setiap unit alat pertanian. “tambahnya.

Kejadian tersebut juga diakui Mochlazim, bendahara kelompak tani FIKTIV yang baru di tunjuk oleh PPL,  dan diwajibkan membayar uang satu juta rupiah kepada kelompok tani untuk pengambilan satu unit alat pertanian.

“Sejak bulan Sembilan lalu  traktor dan alat tanam satu juta rupiah untuk satu unitnya.” kata Mochlazim.

Adanya pengakuan ini,  Solikin ketua kelompok tani  beserta anggota kelompoknya membantah bahwa dana sebesar satu juta rupiah yang sudah dibayarkan melalui dirinya, dan uang tersebut sebagai biaya pembuatan proposal pengajuan bantuan kepada Dinas Pertanian Bojonegoro.

Selain itu,  kelompok yang baru dibentuk tersebut ditunjuk oleh kelompok tani yang sudah dibentuk sebelumnya.
“tidak benar satu juta rupiah setiap unit itu untuk pembuatan proposal bukan pungli. “ tegas Solikin. (Ina/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .