Festival OGP Dinilai Oleh PMII Bojonegoro Tak Sejalan Dengan Praktek di Pemerintahan

Suara Bojonegoro     Senin, Oktober 24, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro menyambut hangat festival OGP (Open Goverment Patnership) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pada tanggal 19-20 Oktober kemarin. Pasalnya, memang sudah sepatutnya pemerintah dan semua badan publik untuk open data dan transparan.

Namun dari perhelatan Festival OGP tersebut, dinilai oleh Ketua Umum PC PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid, tidak sejalan dengan apa yang dipraktekan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sendiri, bahkan di sebagian SKPD masih sulit untuk dimintai data dan informasi.

"Kami sudah uji akses, untuk meminta APBD dan RTRW ke Bappeda, namun juga belum dikasih,"

Selanjutnya yang paling dikeluhkan oleh koresponden dalam pelayanan publik di Bojonegoro masih belum menunjukan gaungnya kalau Bojonegoro ini benar-benar sudah OGP, bahkan kok sampai menjadi daerah percontohan.

“Ini yang kami sangsikan, kita juga sudah berkali-kali mengundang stake holder Pemkab, terutama Bupati Bojonegoro untuk berdialog beberapa waktu lalu bersama teman-teman aliansi Omeks Se Bojonegoro, namun itupun tidak dihadiri, bahkan tidak ada perwakilanya, meskipun kita sudah berniat baik untuk berdialog di Aula Pemkab,“ ujar Ketum PMII Bojonegoro tersebut. (Wan/Lis)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .