Gagal Panen Total Petani Tembakau Kecamatan Ngasem

Suara Bojonegoro     Minggu, Oktober 16, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah


suarabojonegoro.com - Curah hujan lebat secara terus menerus melanda kabupaten Bojonegoro sejak sepekan terakhir menyebabkan 4 hektar tanaman tembakau di Desa Mediunan,  kecamatan Ngasem, Bojonegoro rusak total akibat tergenang banjir, Keadaan ini dikeluhkan oleh petani desa tersebut,  salah satunya Satirah pasalnya semua tembakau yang ia tanam rusak dan tak layak jual. Minggu, (16/10/16).

“Tembakaunya mati semua padahal panennya kurang 2 bulan lagi.”tegasnya kepada suarabojonegoro.com.

Satirah juga menjelaskan bahwa tembakau yang rusak tak dapat dijual sehingga mereka hanya memanfaatkan bunga tembakau yang kering untuk dijadikan serutu.

"Mita tinggal mengambil bunga tembakau yang kering saja untuk dijadikan serutu dan dipakai sendiri," ujarnya.

Sementara,  pada waktu tanam tembakau pada bulan Juli lalu petani tersebut menghabiskan modal sebesar Rp5 juta  yang digunakan untuk membeli bibit dan pemupukan.

"Modalnya tanam kemarin 5 jutaan Rupiah, biasanya kalau panen normal bisa mendapatkan pemasukan minimal 10 juta rupiah tapi saat ini tidak ada pemasukkan sama sekali," tambah Satirah.

Akibat kejadian tersebut petani tembakau di Desa ini mengalami kerugian kurang lebih 20 juta rupiah karena dinyatakan gagal panen total pada tahun ini. Pihak petani di desa tersebut berharap agar mendapatkan bantuan dan sosialisasi pertanian dari pemerintah demi kelancaran tanam tembakau mendatang.

"Tahun ini total tidak ada panen,  mungkin tahun depan setelah panen padi akan menanam tembakau lagi," pungkas Satirah. (Ina/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .