Jaminan Hak Dasar Pendidikan di Bojonegoro Masih Buruk

Suara Bojonegoro     Selasa, Oktober 25, 2016    

Reporter: Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com - Dunia pendidikan di Bojonegoro tak se mulus apa yang di harapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dengan jargonya yang cukup menggugah semangat (Sehat, Cerdas, Produktif dan Bahagia). Jaminan hak dasar masyarakat atas pendidikan ternyata masih ada beberapa fenomena besar di dunia pendidikan Bojonegoro, yakni masih adanya siswa-siswi di Bojonegoro yang hampir putus sekolah dengan kendala biaya sekolah.

Seperti yang lagi booming di Medsos (FB), seorang siswa asal salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bojonegoro, Firman Awaludin, asal Kelurahan Ngrowo Bojonegoro mengaku beberap bulan menunggak Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Selain itu, Firman yang hanya tinggal dengan ibunya itu merasa tarkatung-katung dengan biaya hidup sehari-hari.

Fenomena yang sama atas pemenuhan hak dasar pendidikan juga dialami oleh siswi asal sekolah yang sama dengan Firman. Siswi tersebut bernama Siti Nur Hamidah (16) asal Desa Bendo RT 15 Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Hamidah sapaan akrabnya yang saat ini baru menginjak kelas X itu mengaku, selama 4 bulan masih kesusahan untuk membayar administrasi SPP.

Saat ditemui dikediamanya oleh Anam Warsito dan Sally Atyasasmi, Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro asal Fraksi Gerindra, Ia mengaku saat ini tengah sekolah di salah satu sekolah SMK di kota Bojonegroro mengambil jurusan Teknik Gambar Bangunan (TGB). Saat ini Ia baru menginjak kelas X dan sama sekali belum bisa membayar SPP selama 4 bulan.

"Saya baru kelas sepuluh SMK, dan sampai hari ini masih menunggak Spp 4 bulan," katanya saat ditemui dirumah Hamidah yang didampingi oleh ibunya, Masrikanah. Selasa (25/10/16) sore.

Hamidah yang saat ini hanya hidup dengan ibunya yang tuna netra itu mengaku sudah ditinggal meninggal oleh ayahnya setahun yang lalu karena tumor ganas. Untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Hamidah sepulang sekolah jualan kebutuhan rumah tangga kecil-kecilan. Seutas tali diikatnya pada dinding rumah. Kemudian diletakkan barang-barang jualannya seperti sampho, sabun dan penyedap rasa.

"Biasanya dibantu sama sanak family sekitar. Ini hamidah sepulang sekolah jualan kecil-kecilan," kata Ibunya Hamidah.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito saat menyambangi kediaman Hamidah mengatakan, pihaknya merasa cukup prihatin atas banyaknya kasus pemenuhan hak dasar masyarakat Bojonegoro yang selama ini masih banyak fenomena keluhan masyarakat di dunia pendidikan.

"Kami turut prihatin atas fenomena banyaknya keluhan masyarakat di dunia pendidikan. Kedepan kita akan godok lagi beberapa kebijakan lebih mendasar dan pro poor (kebijakan yang peka rakyat miskin)," tegasnya.

Dengan masih besarnya semangat belajar, Hamidah setiap kali berangkat sekolah nebeng dengan Pakdenya yang akan berangkat kerja yang searah denganya.

"Biasanya nebeng pakde, kalau pakde libur kerja ya naik sepedah pancal Mas," katanya.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .