Keluhan Penjemput Jamaah Haji di SMT Terkait Pungutan Diduga Liar

Suara Bojonegoro     Senin, Oktober 10, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Kebanyakan para penjemput jamaah Haji Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan adanya pungutan sebesar Rp5.000 saat memasuki pintu gerbang Sekolah Menengah Terpadu (SMT) pads hari Sabtu-Minggu (8-9/10/2016). Keluhan para penjemput ini disampaikan beberapa penjemput jamaah haji kepada awak media yang saat itu meliput kepulangan jamaah Haji.

Mwnurut Imam, salah satu penjemput Jamaah Haji kepada Wartawan mengaku bahwa setiap mobil yang masuk bayar Rp 5 ribu, bahkan ada yang memberi Rp 10 ribu dan tidak ada pengembalian.

"Setiap penjemput yang menggunakaan mobil masuk dari gerbang barat diminta membayar Rp 5 ribu, tanpa diberi karcis atau tiket," Kata Imam.

Sehingga para sopir memberikan uang tersebut kepada petugas yang berseragam kulit telur asin, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro. Imam juga mengatakan bahwa awalnya tidak boleh masuk, namun setelah ada komando dari pengeras suara semua kendaraan boleh masuk. Tapi disuruh bayar Rp 5 ribu, tidak diberi karcis, baik yang membawa undangan maupun yang tidak.

Dari jumlah uang tarikan jika dikalkulasikan jumlah jemaah sekitar 600 orang, dengan penjemput rata-rata minimal dua mobil yang membayar Rp 5 ribu setiap kendaraan, pendapatan yang diterima sekitar Rp 6 juta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Iskandar belum bisa dikonfirmasi. Meskipun ditelepon dan dikirim SMS juga belum ada jawaban terkait proses pemulangan jemaah haji. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .