Kuliner Belut Bendo Yang Menggiurkan

Suara Bojonegoro     Sabtu, Oktober 15, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com - Keuletan dan kesabaran menjadi kunci sukses Eko dalam merintis usaha kulinernya di Bojonegoro. Berawal dari tahun 1989 Eko mulai  bergelut didunia kuliner dengan menjual nasi pecel bersama ibunya tepatnya di desa Bendo,  kecamatan Kapas,  Bojonegoro. Minggu (15/10/16).

Atas kesabaranya lambat laun kuliner yang ia jual semakin berkembang dengan menu baru yang menjadi perhatian masyarakat setempat yaitu belut bakar dan belut gepuk dengan citra rasa sambal yang mantap.

“Sedikit demi sedikit saya mengumpulkan modal kemudian tahun 2003 saya mau mendirikan warung yang yang bernama pondok salak karena pada mulanya bangunan warung saya terbuat dari alang-alang dan salak,“ katanya kepada suarabojonegoro.com.

Warung pondok salak tersebut  semakin ramai pembeli pasalnya , selain kualitas rasa masakan enak juga lokasi tempat makan ini sangat sejuk.

“Diwarung ini kami menyediakan berbagai macam menu,  yang paling laris adalah belut bakar,  belut gepuk dan sayur belut, Namun ada menu lain yang kami sajikan disini seperti ayam bakar,  ayam goreng dan sambal lalapan lele.” tambah Eko.

Untuk pilihan harga tentunya relatif murah  seperti satu porsi ayam goreng lalapan plus nasi harganya hanya 15 ribu rupiah saja , untuk menu belut bakar dan goreng harganya sangat terjangkau sebesar 23 ribu rupiah.

“pengunjungnya paling rame pas hari libur kadang sampai beberapa bis datang kewarung saya karena harganya murah antara 15 ribu sampai 23 ribu rupiah. “ ujarnya.

Kualitas dan rasa menu makanan di warung pondok salak ini bukan hanya dikenal masyarakat Bojonegoro saja namun sudah terkenal hingga luar jawa seperti Kalimantan,  Sumatra dan Sulawesi.

Jadi tak heran dari banyaknya pembeli dari berbagai penjuru membuat pemilik warung kuliner ini kebanjiran rejeki dalam sehari ia dapat mengantongi omset minimal 8 juta rupiah dan dalam sebulan dia dapat menggaji 17 karyawannya.
“kalau omset dari penjualan minim sehari saya dapat 8 juta rupiah. “pungkasnya. (Ina/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .