Lowongan Tenaga Survei Resistensi Obat Anti Tuberkulosis, Bojonegoro Tak Ada Jatah

Suara Bojonegoro     Minggu, Oktober 02, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), mencari tenaga enumerator pengumpulan data resistensi obat anti tuberkulosis, yang akan dilaksanakan pada awal bulan Nopember 2016 mendatang. Namun, di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Bojonegoro tidak mendapat jatah lowongan tenaga survei tersebut. Pasalnya, pelaksanaan survei yang bekerjasama di Fasilitas kesehatan Kabupaten / Kota itu, di Jawa Timur hanya ada di 3 Kabupaten saja.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Bojonegoro, dr Hernowo membenarkan adanya lowongan tenaga survei tersebut.

"Benar. Tapi satu kabupaten hanya 1 orang. Di Jawa Timur ada di Jombang, Jember, Surabaya dan Pamekasan. Bojonegoro tidak dapat jatah," katanya. Minggu (2/10/16).

Ia menambahi, meskipun Bojonegoro tidak dapat lowongan tenaga survei tersebut, masyarakat Bojonegoro bisa saja mendaftar yang ditunjukan langsung ke Kementrian Kesehatan RI.

"Kalupun kepingin daftar, lagsung hubungi ke kemenkes RI, ditunjukan ke alamat seperti di kop lowongan kerja," imbuhnya.

Dalam lembar surat edaran tersebut, minimal pengiriman lamaran kerja tanggal 8 oktober 2016. Kolom surat berbunyi, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan, yang ber alamatkan di jalan percetakan negara nomer 29, kotak pos 1226, Jakarta 10560 Indonesia.

Syarat dalam edaran tersebut, minimal pendidikan lulus D3 Kesehatan, non Pegawai Negeri Sipil (non-PNS), umur kurang dari 40 tahun.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .