Luas Lahan Untuk Bandara di Dander Belum Sesuai

Suara Bojonegoro     Rabu, Oktober 19, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Rencana pembangunan bandara Migas (Minyak dan Gas) di sekitar wilayah Kecamatan Dander masih tahap kajian lahan. Pasalnya, lahan yang dibutuhkan terlalu banyak dengan apa yang disetujui oleh pihak Perhutani Bojonegoro. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Iskandar.

Iskandar mengatakan, kebutuhan luas lahan atas rencana pembagunan bandara masih belum sesuai dengan yang disampaikan oleh pihak Perhutani Bojonegoro.

"Rencananya pembangunan tersebut butuh 400 hektar lahan milik perhutani, akan tetapi sesuai yang disampaikan perhutani hanya disetujui 200 hektar saja, jadi kurang 200 hektar," jelasnya saat di sekitar Gedung Pemkab Bojonegoro. Rabu (19/10/16).

Ia menambahi, sampai saat ini pihaknya mengaku belum menerima informasi lebih lanjut dengan jelas atas rencana pembangunan bandara tersebut.

Diketahui, direncakan pembangunan bandara Migas tersebut berdekatan dengan 3 desa yakni, Desa Sumberarum, Desa Kunci, Desa Buntalan.(Wan/Red). Foto : Ilustrasi Bandara Migas

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .