Pasca Tragedi Perahu Terbalik, Warga Bojonegoro Masih Pilih Antri Naik Perahu Demi Lihat Karnaval

Suara Bojonegoro     Minggu, Oktober 09, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Antusias Masyarakat Bojonegoro yang ingin menikmati tontonan karnaval budaya sangat luar biasa. Dari pagi hari tadi, Minggu (9/10/16) warga sudah berbondong-bondong memadati area rute karnaval yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 339 tersebut.

Meski sempat terjadi tragedi perahu terbalik yang menghilangkan 7 nyawa santri Ponpes Langitan di Kawasan Babad, Jum'at (7/9/16) lalu, warga yang ingin melihat karnaval khususnya daerah yang di sebrang bengawan solo tetap memilih berangkat naik perahu tambang, yang dinilai lebih cepat sampai tujuan.

Salah satu warga yang bernama Bambang asal Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk kabupaten Bojonegoro, mengaku lebih memilih naik jasa angkut perahu yang menjadi jalur alternatif menuju sekitar alun-alun Bojonegoro.

"Tadi berangkat Nyabrang Gawan (Naik perahu-red) soalnya lebih cepat sampai," katanya saat ditemui di sekitar Alun-alun Bojonegoro.

Kemudian dikatakan pula oleh Ani yang juga Warga Wilayah Kecamatan Trucuk, mengaku meski sempat mengantri agar bisa menyeberang dan melihat karnaval di sekitar Alun-alun Bojonegoro.

"Sampai pengenya lihat karnaval tadi ngantri panjang sekali," ucapnya.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .