Perang Terhadap Narkoba Bukan Sekedar Menyelamatkan Manusia

Suara Bojonegoro     Jumat, Oktober 28, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmantomemberikan catatan   khusus   kepada   seluruh   jajaran   Direktorat   Narkoba   Polri,khususnya   penyelamatan   para   penyalahguna   narkoba.   Langkah   ini   diambil   agargenerasi   bangsa   yang   merupakan   penyalahguna   mendapatkan   keadilan.

Selain   itu juga, penegakan hukum yang nyata dan tegas serta mengacu pada Undang-undangNo. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika menjadi keharusan Perang   melawan   narkoba   bukan   sekedar   slogan,   harus   dibuktikan   dengan   upaya hukum yang nyata dan tegas serta berkeadilan,  ungkap Ari usai membuka Rapat Kerja Teknis Fungsi Reserse Narkoba Bareskrim Polri tahun 2016 di Hotel Singgasana, JawaTimur, Kamis, (27/10/2016).

Masih  menurut Ari,  pola  pemberantasan   narkoba  saat  ini   mesti  menyelam  lebih  kedalam lagi hingga ke dasar masalah. "Dasar masalah pemberantasan narkoba saat ini sebenarnya kuantitas para konsumenyaitu para penyalahgunanya. Mereka yang jumlahnya lebih banyak dari para pengedaritu, justru ikut dijebloskan ke dalam penjara.

Padahal, regulasi sudah jelas dan tegasbahwa   yang   masuk   penjara   itu   hanya   para   pengedar   dan   bandarnya,   bukanpenyalahguna.   Pengedar   dan   bandar   juga   harus   dimiskinkan.

Penyalahgunanyadirehabilitasi. Dengan mematuhi hal ini, bukan hanya sekedar menyelamatkan manusiatapi sekaligus juga menyelamatkan uang negara. "Jadi, perang terhadap narkoba bukansekedar   untuk   membunuh   saja   tapi   justru   bertujuan   menyelamatkan   masa   depanbangsa Indonesia," ujar Ari.

Berdasarkan   catatan,   penyalahgunaan   narkoba   di   Indonesia   masih   dalam   kondisidarurat dan selalu mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2015 diketahui sebesar2,20% atau lebih dari 5 juta penduduk Indonesia telah menggunakan narkoba.

Jumlahtersebut mengalami peningkatan dari tahun 2014, yakni 2,18% dari jumlah penduduk. Peredarannya   sendiri   sudah   merambah   ke   tiap   pelosok   Indonesia.   Selain   itu,   tidakhanya orang dewasa, tetapi juga menyentuh remaja hingga anak-anak. Bahkan tidakhanya orang biasa tapi hingga aparat, pejabat yang seharusnya menjadi panutan, justruterkena   narkoba.

Diperkirakan   setiap   harinya   lebih   dari   40-50   orang   tewas   akibatpenyalahgunaan narkoba. Berangkat   dari   data   dan   fakta   itu,   Ari   mengamanatkan   agar   seluruh   anggota   Polri mewujudkan lebih  keras  lagi tuntutan  dari masyarakat  atas  kerja dan kinerja  dalam pemberantasan narkotika.

Regulasi   telah   menetapkan   bahwa   ganjaran   bagi   penyalahguna   narkoba   adalahdimasukkan ke panti rehabilitasi. Penyidik yang profesional dan memiliki kompetensi,baik dari aspek knowledge, skill dan integrity pasti memahami hal ini. Sedangkan bagipara pengedar dan bandar, hukum telah menyatakan penindakan yang maksimal yaitupasal berlapis salah satunya tindak pidana pencucian uang. Nah, ini jangan sampaitertukar karena masyarakat selalu mengawasi dan masyarakat juga yang menjadi dasartolak ukur keberhasilan Polri,  kata Ari.

Selain   mendorong   seluruh   penyidik   direktorat narkotika   Polri   untuk   menyelamatkanpenyalahguna   narkoba,   mantan   Wakabareskrim   era   Anang   Iskandar   ini   jugamengingatkan  peningkatan pengawasan  secara  internal  dan  berjenjang  secara   rutindan intensif. Ari juga mengamanatkan untuk melakukan optimalisasi penguasaan materiperaturan   perundang-undangan   maupun   taktik   dan   teknis   penyidikan,   termasukdidalamnya   penguasaan   dan   memanfaatkan   peralatan   yang   berbasis   kemajuanteknologi   informatika   agar   hasil   penyidikan   benar-benar   menjadikan   terang   suatuperkara dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (scientific investigation). (Wan/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .