Polres Bojonegoro Banjir Apresiasi Positif Penanganan Konflik

Suara Bojonegoro     Sabtu, Oktober 01, 2016    

Reporter : Nella Rachma


suarabojonegoro.com - Setelah mendapat apresiasi positif atas penanganan konflik di Kabupaten Bojonegoro oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dan dipilih oleh Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) sebagai tempat penelitian dalam penanganan konflik sosial didaerah yang kaya potensi seperti migas, kali ini apresiasi juga diberikan kepada Kepolisian Resor Bojonegoro atas penanganan konflik dari Komisi 3 DPR RI. Sabtu (01/10/2016).

"Saya melihat Polres Bojonegoro bergerak cepat, saat konflik baru muncul Kapolres langsung turun di lapangan," Kata anggota Komisi 3 DPR-RI, Wihadi Wiyanto.

Hal tersebut menurutnya ternyata mampu menyelesaiakan benih konflik di masyarakat sehingga masalah yang lebih besar tidak sampai harus terjadi bahkan jiwa pengayom masyarakat juga telah ditunjukan Polres Bojonegoro dengan selalu menjadi penengah diantara masyarakat dan perusahaan minyak dan gas bumi di Bojonegoro yang tengah bersengketa.

"Polres juga harus mengayomi masyarakat dan mengamankan kebijakan pemerintah sehingga tidak bisa berpihak disalah satu dari keduanya. Dan itu sudah diterapkan Kapolres Bojonegoro," tambah pria yang berangkat dari daerah pemilihan Bojonegoro - Tuban ini.

Wihadi juga berpesan agar kejadian konflik besar yang menyita perhatian Pemerintahan Pusat seperti kejadian kerusuhan pekerja akibat kebijakan baru perusahaan yang membuat pekerja kelaparan di proyek sampai harus membakar dan merusak fasilitas proyek di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu pada 1 Agustus 2015 tidak terulang kembali sehingga kinerja intelejen harus terus ditingkatkan.

"Bojonegoro mempunyai SDA migas yang banyak, Lapangan Banyu Urip Blok Cepu (EMCL), Lapangan Sukowati Blok Tuban (JOB PPEJ), sumur minyak tua Wonocolo (Pertamina Asset 4 Field Cepu) dan Proyek Unitisasi Gas Lapangan Jambaran Tiung Biru (Pertamina EP Cepu) yang baru akan dimulai. Jelas konflik akan bermunculan antara perusahaan dan masyarakat. Identifikasi dini konflik harus terus ditingkatkan," tambahnya.

Namun, meski demikian dirinya mengaku sangat bangka atas penanganan konflik akibat keberadaan migas oleh Polres Bojonegoro yang akhir-akhir muncul seperti konflik warga Desa Mojodelik Kecamatan Gayam dengan Operator Lapangn Banyu Urip Blok Cepu EMCL dan konflik warga Desa Ngampel Kecamatan Kapas dengan Operator Lapangan Sukowati Blok Tuban JOB PPEJ.

"Bahkan selain itu konflik terkait ideologi juga dapat diredam dan beberapa pelaku kejahatan seksual anak juga ditangkap ," tambahnya bangga. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .