Praktek Keterbukaan di Bojonegoro Diduga Tak Sesuai Harapan

Suara Bojonegoro     Jumat, Oktober 14, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Praktek keterbukaan informasi publik di Bojonegoro diduga hanya isapan jempol belaka. Program yang selalu digencar-gencarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro itu praktek dilapangan masih belum maksimal. Bentuk keterbukaan informasi yang diharapkan oleh Masyarakat banyak tersebut diduga masih belum sesuai dengan harapan.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp oleh Reporter suarabojonegoro.com, hanya ada satu camat yang merespon dari empat camat saat disinggung terkait praktek Open Government Patnership (OGP) dalam bentuk pemasangan banner Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) di tingkat desa di wilayah kecamatan yang dipimpinya.

Ketika Reporter suarabojonegoro.com mecoba bertanya kepada empat Camat yakni Camat Kapas, Tambakrejo, Kalitidu dan Kedungadem, apakah desa-desa diwilayahnya sudah menerapkan program OGP?, hanya satu Camat saja yang menjawabnya.

"Sudah untuk tahun awal. Ke depan akan lebih intens kualitad OGP nya," tegas Camat Kedungadem, Arwan.

Melihat kurangnya respon tersebut, apakah sudah pas Bojonegoro dikatakan pemerintahan yang terbuka.

Selanjutnya, beberapa waktu lalu, hal yang sama dialami oleh reporter suarabojonegoro.com, saat mengirim pesan kepada Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro, menanyakan terkait apakah benar bakal dibangun jalur bengawan baru di wilayah selatan Bojonegoro, pesan melalui Whatsapp tersebut hanya terlihat tanda cek dobel dan berwarna biru saja, yang artinya hanya dibaca.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .