Presiden BEM FISIP Unigoro: Bojonegoro Belum Ramah HAM

Suara Bojonegoro     Kamis, Oktober 27, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Beberapa hari yang akan datang, Kabupaten Bojonegoro bakal kedatangan petinggi-petingi besar dari Negara asing. Kedatangan mereka ke Bojonegoro dalam rangka menghadiri acara festival HAM di Bojonegoro yang bakal di gelar pada tanggal 30 Oktober sampai 2 November 2016 mendatang.

Dinilai, Festival HAM tersebut menjadikan Kabupaten Bojonegoro menjadi daerah percontohan yang ramah HAM. Namun, salah seorang aktivis mahasiswa yang saat ini menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unigoro, Redy Antoro sangat tidak setuju jika Bojonegoro dikatakan daerah ramah HAM. Ia berpendapat bahwa, bicara masalah ramah HAM di Bojonegoro, tetapi beberapa waktu yang lalu masih ditemukan aktivitas sepandukisasi yang melarang mengemis dan mengamen.

"Rakyat miskin di kota semakin besar jumlahnya, dan sekaligus menjadi potret yang menunjukan tingkat ekonomi masyarakat tingkat bawah semakin mudah ditemui disisi lain kota," katanya. Rabu (26/10/16).

Ia mempertegas, padahal, Redy sapaan akrabnya menduga selama ini tidak dipungkiri Pemerintah atau Pengambil Kebijakan, serta aparat penegak hukum merasa terganggu atau risih dengan keberadaan mereka (pengemis/pengamen).

"Alasan estetikaisme yang dibungkus dengan imperatif hukum-hukum domatis seolah-olah mengancam hidup rakyat miskin, tanpa mempedulikan apa sebenarnya masalah struktural yang sedang diderita mereka," tegasnya.

Masih kata Redy, Keberadaan rakyat miskin di Bojonegoro sebenarnya tidak dikehendaki, tetapi lebih di sebabkan kekeliruan kebijakan ekonomi politik yang tidak menguntungkan mereka (Rakyat miskin), sehingga konteks kemiskinan dianggap sebagai penghalang laju ekonomi dan politik Bojonegoro.

"Menyingkirkan rakyat miskin tanpa ada alternatif pekerjaan yang layak, pemenuhan kebutuhan hak dasar secara baik, serta pendidikan bagi mereka. Maka praktek-praktek seperti itu lebih tepat disebut sebagai pelangaran Hak Asazi Manusia," pungkas Redy.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .