Saatnya Genjot Eksplorasi, Cadangan Terbukti Tinggal 3,6 Miliar Barel

Suara Bojonegoro     Jumat, Oktober 14, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Minyak bumi merupakan salah satu sumber daya alam yang menjadi kekayaan Indonesia. Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang dilakukan untuk menggali dan memanfaatkan sumber daya alam ini juga telah berlangsung di Indonesia sejak beberapa dekade silam. Namun apakah benar Indonesia saat ini masih tergolong sebagai negara yang kaya minyak?

Berdasarkan data BP Statistical Review of World Energy Juni 2016, total cadangan minyak terbukti yang ada di Indonesia pada akhir 2015 terhitung sebesar 3,6 miliar barel. Sepintas, angka tersebut memang terlihat besar. Namun apabila dibandingkan dengan total cadangan minyak dunia yang berkisar 1,7 triliun barel, cadangan minyak terbukti yang dimiliki Indonesia terbilang kecil, yakni hanya 0,2 persen.

“Tidak tepat apabila menyebut Indonesia sebagai negara kaya minyak karena jumlah cadangan minyak yang telah terbukti hanya 0,2 persen dari total cadangan minyak dunia,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi.

Selain tidak terlalu besar, cadangan minyak Indonesia terus mengalami penurunan. BP Statistical Review of World Energy mencatat bahwa cadangan minyak Indonesia pada akhir 1995 mencapai 5 miliar barel. Jumlah tersebut semakin susut menjadi 4,2 miliar barel pada akhir 2005 dan terus menurun hingga sekarang.

Berbagai kegiatan eksplorasi yang dilakukan di Indonesia memang berhasil menemukan cadangan minyak baru. Hanya saja, tidak seluruh temuan tersebut memiliki nilai keekonomian untuk dikembangkan. Tidak jarang, biaya operasi untuk mengangkat minyak ke permukaan bumi lebih besar disbanding pendapatan yang diterima setelah minyak diproduksikan.

Mengingat kian terbatasnya cadangan minyak serta makin bertambahnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM), perlu sebuah kebijakan maupun langkah strategis agar ketahanan energi nasional tetap terjaga. Apalagi pemerintah  masih menetapkan minyak bumi sebagai salah satu sumber energi utamadalam bauran energi primer yang disusun untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi di masa depan.

Pelaksanaan kegiatan eksplorasi pun terus didorong guna menemukan cadangan baru agar volume cadangan minyak Indonesia tidak merosot tajam.  Kegiatan ini membutuhkan dukungan semua pihak. Sinergi antara sektor hulu migas dengan seluruh pihak yang terkait dalam  kegiatan eksplorasi memungkinkan terwujudnya ketahanan energy nasional. (Adv)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .