Satu Jama'ah Haji Asal Bojonegoro Meninggal Dunia dan Dimakamkan di Sekitar Masjidil Haram

Suara Bojonegoro     Minggu, Oktober 09, 2016    

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Jamaah haji kloter 50 dari Bojonegoro telah tiba di Sekolah Menengah Terpadu (SMT), Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Minggu (09/10/2016). Sejak pukul 05.00 WIB sekitar 442 jamaah telah ditunggu keluarga masing-masing.

Setengah jam kemudian rombongan jamaah masuk ke pelataran gedung olahraga SMT. Perlahan dan hati-hati mereka turun untuk menghambur pada keluarga masing-masing. Setelah itu mereka mengamankan barang bawaan yang diletakkan dalam koper.

Kepala Perwakilan Kemenag Bojonegoro, Munir, terjun langsung memantau keadan. Ketika ditemui pihaknya merasa bersyukur lantaran semua proses berjalan lancar. Padahal ada pengalihan tempat penjemputan dari tahun lalu yakni di alun-alun.

"Secara umum semua proses berjalan lancar. Mengenai waktu juga sudah sesuai dengan jadwal yang diharapkan. Bahkan jika merujuk pada tahun lalu prosesnya di sini lebih cepat," ujarnya, Minggu (9/10/16).

Jamaah haji Bojonegoro terdiri dari 2 kloter yakni 49 dan 50. Jamaah yang termasuk pada kloter 49 telah tiba di kota ledre sehari sebelumnya. Adapun total jamaah dari kedua kloter tersebut adalah 664. Dari jumlah itu terdapat 2 jamaah yang tidak bisa menyelesaikan semua rukun haji.

Dua jamaah tersebut adalah Nurwatin (60) dari kloter 49, kakinya harus diampitasi karena diabetes akut. Sedangkan satu lagi adalah Suparman (81) dari Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, yang merupakan jamaah dari kloter 50.

"Untuk Bapak Suparman meninggal ketika di masjidil haram dan jenazahnya juga sekaligus dimakamkan di sana," ujar Munir.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .