Sosialisasi Penertiban Sumur Tua Hanya Diikuti Beberapa Perwakilan Penambang

Suara Bojonegoro     Senin, Oktober 17, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Acara sosialisasi penertiban sumur minyak tua ilegal Wonocolo di Kecamatan Kedewan Bojonegoro yang digelar di Ruang Angling Dharma Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro hanya diikuti oleh Forpimda dan beberapa perwakilan penambang. Senin (17/10/2016).

Dalam acara tersebut tampak seluruh jajaran Forpimda mulai dari Bupati Bojonegoro Suyoto, Ketua DPRD Bojonegoro yang diwakili oleh wakil ketua Sukur Priyanto, Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro Heru Chairuddin, Kapolres Bojonegoro yang diwakili Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh dan Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Sudjarwanto, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Herry Subagyo, Kepala PN Bojonegoro, Field Manager Pertamina Asset 4 Field Cepu Agus Amperiyanto dan beberapa Satker terkait sekaligus undangan perwakilan dari KUD, Paguyuban dan beberapa penambang.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro mengatakan jika Fatwa Kejaksaan Agung sudah jelas bahwa sumur ilegal maupun legal  adalah milik negara sehingga semua hasilnya harus diserahkan kepada negara.

Sedangkan dalam acara sosialisasi, Kang Yoto menyampaikan jika dirinya memetakan ada empat kelompok yang hadir dalam acar sosialisasi yaitu kelompok negara atau pemerintah seperti Pemkab, SKK Migas, TNI dan Polri, kelompok pebisnis yaitu Pertamina, kelompok komunitas seperi paguyuban KUD dan penambang dan kelompok NGO dan media.

"Yang susah adalah ketika menjadi kelompok ganda," sindir bupati.

Sebelumnya, Bupati menyampaikan jika acara kali ini adalah merupakan rakor pra sosialisasi untuk memantapkan sosialisasi dan penertiban sumur tua sehingga hanya perwakilan penambang yang diundang karena nantinya sosialisasi tetap akan dilaksanakan didaerah penambangan sumur minyak tua Wonocolo. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .