Stop Wereng Dengan Tanam Refogia

Suara Bojonegoro     Sabtu, Oktober 15, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com - Banyaknya hama wereng yang menyerang tanaman padi didesa Bendo,  Kecamatan Kapas,  Bojonegoro menjadi perhatian khusus pada dua tahun lalu. Pasalnya,  sejak tahun 2014 wilayah pertanian Bendo menjadi sasaran program organisasi pangan dan pertanian yaitu food Agricultural Organization (FAO) dimana para petani Bendo  mendapatkan penampingan untuk mengendalikan hama dan meningkatkan produksi pertanian. Hal itu Seperti disampaikan oleh Andi Prabowo kepala desa Bendo pada Sabtu 15/10/16.

“Untuk mengendalikan serangan hama maka pada tahun 2014 lalu diadakan penanaman bunga refogia disepanjang jalan dan area persawahan yang berfungsi untuk mengelabuhi serangga agar tak menyerang padi “ katanya kepada suarabojonegoro.com.

Pembudidayaan bunga refogia masih dikembangkan hingga sekarang karena terbukti program ini berhasil karena dapat mengendalikan hama wereng didesa Bendo.

“Tepatnya disepanjang jalan desa Bendo telah ditanami bunga ini dan berjalan hingga sekarang,  ada yang berwarna orange dan kuning karena warna tersebut disukai hama sehingga dapat mengelabuhi serangga agar tidak hinggap dipadi,“ tambahnya.

Sementara, didesa Bendo sendiri telah ditanami bunga refogia dengan jarak hampir 4 kilometer disepanjang jalan dan area persawahan Bendo ditambah dengan bunga kenikir dan matahari sebagai penunjang pengendalian hama didesa tersebut.

“Pada tahun ini tanam bunga refogia terus ditingkatkan dan akan dikembangkan menjadi taman labirin yang rencananya bertempat didekat lapangan bendo sehingga diharapkan dapat dijadikan objek wisata serta penunjang pertanian. “ tambah kades Bendo

Sementara,  proses perawatan tanaman refogia ini dengan cara pemupukan yang dilakukan setiap umur tanaman 2 minggu dengan tambahan pupuk NPK untuk bunga tersebut.

“Pemupukan dilaksanakan setiap umur bunga 2 minggu dan diharapkan warga Bendo kedepannya dapat terus mengembangkan tanaman ini untuk pengendalian wereng di wilayah Bojonegoro. “ ujarnya. (Ina/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .