Usai Tutup Tambang, ESDM Akan Laporkan Hasilnya Sampai Tingkat Pusat

Suara Bojonegoro     Jumat, Oktober 14, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Setelah tim tambang Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satpol-PP, Dinas Perhubungan dan Bakesbangpolinmas melakukan inspeksi mendadak dibeberapa tempat pertambangan ilegal di Bojonegoro dan menutupnya, pihak Pemkab akan melakukan beberapa langkah selanjutnya. Jumat 14/10/2016

"Ada beberapa langkah selanjutnya yang akan kami lakukan," kata Kepala Dinas ESDM Bojonegoro, Agus Supriyanto.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut yaitu mulai dari memberikan surat penghentian pertambangan kepada pemilik tambang yang masih ilegal dan melaporkan kepada aparat ditingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pusat terkait kegiatan pertambangan ilegal di Bojonegoro.

"Kami juga akan menyurati pihak pengguna material tambang ilegal ," tambahnya.

Seperti yang diketahui, Pemkab Bojonegoro telah melakukan penutupan kegiatan pertambangan ilegal sekaligus memasang plakat agar masyarakat luas mengetahu jika ditempat tersebut adalah kegiatan pertambangan ilegal. Beberapa lokasi yang telah ditutup yaitu dua lokasi tambang minerba ilegal di Desa Krondonan Kecamatan Gondang, satu usaha stone crusher, satu lokasi tambang pasir darat di Desa Tebon Kecamatan Padangan, tambang oasir darat Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu milik Rosul, Fadholi dan Tiono, galian c Desa Sambeng Kecamatan Kasiman milik Samad, galian c Desa Sambeng Kecamatan Kasiman pemilik Tambar, galian c Desa Sambeng kecamatan Kasiman pemilik Abdul Rokim, galian c Desa Sambeng Kecamatan Kasiman pemilik Supaat, galian c Desa Ngaglik Kecamatan Kasiman milik Saminah dikeloka Rio Handoko. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .