Wartawan se Bojonegoro Gelar Aksi Damai Dihari TNI AD

Suara Bojonegoro     Rabu, Oktober 05, 2016    

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Puluhan jurnalis se Bojonegoro pagi ini Rabu (5/10/16) menggelar aksi damai yang bertepatan dihari TNI, di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro. Aksi damai tersebut dilakukan seiring adanya insiden kekerasan yang dilakukan oleh oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap wartawan Net- TV di Madiun.

Aksi damai tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap wartawan Net Tv di Madiun, Soni, yang jadi korban kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI. Soni dipukul dan ditendang serta kameranya
dirampas oleh oknum TNI saat meliput arak-arakan salah satu perguruan silat di Madiun.

Dengan membentangkan poster dan membacakan puisi, Aliansi Jurnalis Indonesi (AJI) Bojonegoro dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro bersama elemen masyarakat lainya meminta agar segera menghentikan kekerasan terhadap jurnalis yang sering terjadi.

"Oknum prajurit TNI AD itu jelas melanggar Undang-undang pers nomor 40 tahun 1999 dan dapat dikenakan ancaman hukuman pidana 2 tahun penjara serta denda senilai 500 juta," kata koordinator aksi, Amrullah Ali Mubin, wartawan senior media cetak.

selanjutnya, Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito anggoro dalam orasinya mengatakan, pihaknya mendesak agar segera usut tuntas kasus kekerasan terhadap wartawan.

"Usut tuntas kekerasan terhadap wartawa," teriak Sasmito disaut puluhan wartawan dalam aksi damai tersebut.

Setelah berorasi di depan Gedung DPRD Bojonegoro, puluhan wartawan melanjutkan aksi damainya di depan kantor pos Bojonegoro. Dengan diwakili Ketua PWI Bojonegoro dan Ketua AJI Bojonegoro masuk ke kantor pos untuk mengirim surat ke Presiden Republik Indonesia dan Panglima TNI.(Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .