10 bulan ini, Sebanyak 41 PNS Bojonegoro menyandang status Janda/Duda

Suara Bojonegoro     Kamis, November 24, 2016    

Reporter : Lina Nur Hidayah


suarabojonegoro.com - Perceraian menjadi sesuatu yang sangat disayangkan bagi pasangan yang gagal berumahtangga. Berbagai faktor penyebab perceraian yang sering terjadi adalah tidak adanya tanggungjawab dari masing-masing pasangan dalam ikatan tali pernikahan. 

Selain itu,  penyebab perceraian antara lain krisis akhlak,  cemburu,  kawin palsu, faktor ekonomi, menyakiti jasmani dan mental,  dihukum dan cacat biologis. Pernyataan ini disampaikan oleh Solikin Selaku  Plt. Panitera Pengadilan Agama (PA)  Bojonegoro, Kamis,  (24/11/16).

“Faktor yang paling banyak kasus perceraian adalah tidak adanya tanggungjawab pasangan, “Katanya kepada Suarabojonegoro.com.

Perceraian bisa terjadi dikalangan apa saja dan siapa saja,  salah satunya perceraian untuk anggota Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di Bojonegoro. 

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Bojonegoro  terdapat laporan perkara khasus sesuai PP. No. 10 tahun 1983 jo PP. No. 45 tahun 1999 bahwa di Bojonegoro  , terhitung dari Bulan Januari hingga Oktober 2016 ada 41 PNS yang menyandang status janda ataupun duda dari pengajuan perkara yang diputus melalui cerai talak (Pemohon dari pihak suami)  sebanyak 12 dan cerai gugat (pemohon dari pihak istri ) sebanyak 29 kasus.

“Jadi ada 41 PNS yang menyandang status janda ataupun duda, “Tambahnya

Sementara,  tahun 2015 lalu dalam hitungan setahun jumlah perkara yang diputus sebanyak 47 jiwa diperoleh dari cerai talak sebanyak 11 kasus dan cerai gugat sebanyak 36 kasus. (Lin/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .