Abidin Fikri : Karena Pancasila, Indonesia Tetap Utuh

Suara Bojonegoro     Minggu, November 13, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Anggota Komisi IX DPR RI Abidin Fikri menjelaskan, seluruh rakyat Indonesia harus bersyukur karena Indonesia memiliki dasar negara Pancasila. Pancasila telah terbukti mampu menjadi perekat bangsa  Indonesia yang multi etnis dan multi agama.

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, tidak semua negara mampu merumuskan dasar negaranya seperti Indonesia. Ia memberi contoh India yang merdeka pada 1947. Negara yang tersohor dengan film Bollywood itu mengalami perpecahan dan perang saudara lantaran terdapat perbedaan soal dasar negara.

Abidin menjelaskan, mayoritas umat bergama Hindu memilih menjadi India, dan yang muslim menjadi Pakistan, selanjutnya karena perbedaan bahasa, bahasa Urdu dan bahasa Bangli, mayoritas bahasa Bangli menjadi negara Bangladesh. Kemudian karena sengketa wilayah maka terjadi pergolakan di daerah  Kashmir.

Hal ini patut kita syukur karena Indonesia tidak mengalami apa yang terjadi di India, Bangladesh, Pakistan dan Kashmir. Karena kita mampu merumuskan dasar negara seperti yang disampaikan pada Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 yaitu Pancasila yang memuat lima prinsip dasar Indonesia Merdeka, yaitu Kebangsaan, Perikemanusiaan, Mufakat/Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan, ini sama dengan Pancasila yang kita kenal sekarang," tegasnya.

Lima prinsip ini sejak kelahirannya tidak mengalami perubahan, walaupun urutan-urutannya berbeda seperti yang kita kenal sekarang. "Tidak ada bedanya, walaupun urut-urutannya berbeda," paparnya.Diakuinya, masih banyak masyarakat yang sering meributkan perbedaaan urutan sila-sila antara Pancasila 1 Juni, 22 Juni dan pembukaan UUD 1945.

Ia menegaskan, prinsip Pancasila bukan terletak pada urutan sila-sila tersebut. Lebih dari itu, lima prinsip dalam Pancasila itu yang menjadi prinsip dasar atau filosofi gronslagh Indonesia merdeka dan falsafah Bangsa, dimana Indonesia merdeka bukan untuk satu golongan semata, tapi satu buat semua, semua buat satu.

Ia juga mengatakan, PDI Perjuangan merupakan partai yang menjadikan Pancasila 1 Juni sebagai ideologi partai. "Ideologi negara dan cita-citanya, selaras dan sebangun dengan ideologi dan cita-cita partai kita, PDI Perjuangan," oleh karena itu, kita sebagai kader partai yang menjadi pengurus partai sama dengan mengurus negara. tegasnya.

Sementara itu, dalam acara pelantikan Pengurus  Ranting tersebut tampak hadir sejumlah tokoh senior PDI Perjuangan Tuban dan jajaran struktural partai seperti  Teguh Prabowo alias Go Tjong Ping dari DPD PDI Perjuangan Jatim, Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban, Andik Hartanto serta anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Tuban. (Ney)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .